Breaking News:

Malang Raya

GALERI FOTO - Melihat Ritual Kedukaan di Kelenteng Eng An Kiong Malang

UPACARA ARWAH - Altar dalam upacara penyeberangan arwah mendiang Abdi Harjo di Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Selasa (29/1/2019).

Penulis: Hayu Yudha Prabowo | Editor: yuli
hayu yudha prabowo - suryamalang.com
UPACARA ARWAH - Umat Budha dan keluarga mendiang Abdi Harjo mengitari persembahan rumah-rumahan dan berbagai jenis pernik dalam upacara penyeberangan arwah di Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Selasa (29/1/2019). Upacara doa arwah dan pembakaran rumah-rumahan yang digelar keluarga Abdi Harjo pada 100 hari kematian mendiang ini merupakan salah satu tradisi warga Tionghoa yang terus dilestarikan. 

Ariasumiani sendiri mengaku bahwa dirinya ialah seorang yang beragama Katholik.

Jadi di sini ia hanya mengikuti tradisi sebagai warga Tionghoa saja untuk melakukan Tradisi Ritual Doa Arwah tersebut.

"Kami ini warga Jakarta, jadi saya jauh-jauh pergi ke Malang karena suami saya lahirnya di Malang. Kebetulan beberapa keluarganya juga domisili di Malang. Jadi kami memutuskan untuk melakukan Ritual Doa Arwah di sini (Klenteng Eng An Kiong)," terangnya.

UPACARA ARWAH - Prosesi pembakaran rumah-rumahan dan berbagai pernik pada ruang pembakaran dalam upacara penyeberangan arwah mendiang Abdi Harjo di Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Selasa (29/1/2019). Upacara doa arwah dan pembakaran rumah-rumahan yang digelar keluarga Abdi Harjo pada 100 hari kematian mendiang ini merupakan salah satu tradisi warga Tionghoa yang terus dilestarikan.
UPACARA ARWAH - Prosesi pembakaran rumah-rumahan dan berbagai pernik pada ruang pembakaran dalam upacara penyeberangan arwah mendiang Abdi Harjo di Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Selasa (29/1/2019). Upacara doa arwah dan pembakaran rumah-rumahan yang digelar keluarga Abdi Harjo pada 100 hari kematian mendiang ini merupakan salah satu tradisi warga Tionghoa yang terus dilestarikan. (hayu yudha prabowo - suryamalang.com)

Ariasumiani berharap, setelah melakukan Ritual Doa Arwah, semua kebutuhan suaminya setelah meninggal dunia bisa terpenuhi dan suaminya bisa tenang di alam sana.

"Sebagai seorang Khatolik kami hanya menjalankan saja tradisi ini sesuai dengan keyakinan suami kami. Walaupun kami sudah menghabiskan uang Rp 10 Juta untuk Ritual Doa Arwah ini, kami menganggap bahwa ini adalah amal bagi keluarga kami," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved