Kabar Surabaya
Kolaborasi Musisi Klasik Belanda dan Surabaya di Gedung Cak Durasim
Sebanyak 10 musisi klasik Belanda dan tujuh lainnya dari Surabaya mengambil posisi masing-masing di atas panggung Gedung Cak Durasim, Surabaya.
Penulis: Delya Octovie | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak 10 musisi klasik Belanda dan tujuh lainnya dari Surabaya mengambil posisi masing-masing di atas panggung Taman Budaya Jawa Timur Gedung Cak Durasim, Surabaya, Jumat (1/2/2019).
Musisi Belanda tersebut adalah grup orkestra Pynarello, sedangkan dari Surabaya adalah Seraphim Orchestra.
Bersama, mereka memainkan St Paul's Suite karya komposer Inggris, Gustav Holst.
"Ini pertama kalinya kami tampil di Indonesia, karena kami sendiri ansambel baru, kira-kira 1 1/2 tahun," tutur Lonneke van Straalen, Music Director dan Founder Pynarello.
Pada tur pertama Pynarello di luar Belanda ini, mereka baru menyambangi Indonesia, dan tampil di dua kota sebelum Surabaya, yakni Jakarta dan Medan.
Lonneke mengaku tak memiliki bayangan akan memulai tur dunia pertamanya di Indonesia.
Tim yang disebut-sebut sebagai orkestra inovatif karena kerap bermain tanpa konduktor dan partitur ini, diundang oleh Erasmus Huis Jakarta sebagai Pusat Kebudayaan Belanda dan Yayasan Caraka Mulia.
"Kami langsung setuju, karena ini adalah kesempatan untuk bertemu orang baru, bertemu musisi lainnya, bahkan bermain bersama mereka. Kami juga sangat senang bisa berkolaborasi dengan Seraphim, mereka hebat," kata peraih Prix Madeleine Margot 2017 itu.
Konduktor Seraphim Orchestra, Kevin Atmadja, juga menyampaikan rasa senangnya bisa berkolaborasi dengan Lonneke dkk.
Padahal, kolaborasi tersebut teruwujud hanya lewat latihan yang dilakukan siang hari sebelum konser, yang langsung digelar malam itu juga.
"Hanya di Surabaya saja mereka kolaborasi dengan musisi klasik lain. Kami membawakan Gustav Holst - St. Paul's Suite. Selain lagunya enak, tidak terlalu berat untuk orang sini, tapi tetap skill challenging dan tidak sembarang orang bisa memainkannya," jelasnya.
Kevin menambahkan, meski sesama musisi profesional, ia dan timnya tetap belajar banyak dari Pynarello, karena mereka juga memberitahu apa saja yang perlu diperhatikan, hingga membagi tentang cara kerja sama yang baik.
Ia pun berharap, lewat konser kolaborasi ini, lebih banyak masyarakat Surabaya yang tertarik dan mengapresiasi musik klasik.
"Kami memang tiap tahun ada konser, hampir sold out, kadang sampai sold out. Tapi lewat konser ini, kami berharap animo penonton Surabaya makin banyak, sehingga makin banyak sponsor supaya konser bisa diadakan lebih sering. Memang untuk mengadakannya butuh biaya besar," tuturnya.
Selain St Paul's Suite, Pynarello membawakan tujuh lagu lain, yakni F. Mendelssohn – Octet in E-flat major : mov II Andante – mov IV Presto, W.A. Mozart – Clarinet Concerto in A major, K 622 : mov II Adagio, J. Brahms – Clarinet Quintet om B minor : mov 1 Allegro – mov IV Con moto, J. Bruinsma – After Dark, J. van Ruller (arr. J. Bruinsma) The Secret Champ, F. Kreisler – March Miniature Viennoise dan M. Ravel – String Quartet in F major : mov II Assez vif et bien rythmé.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/aksi-classical-concertby-pinarellodi-gedung-cak-durasim-surabaya.jpg)