Kabar Surabaya

Risiko Polsuska Cantik, Penumpang Sering Iseng Ujung-ujungnya Ingin Foto Bareng

"Tertawa sendiri kalau mengingatnya. Penumpang suka iseng menggoda tapi ujungnya minta selfie," Resna Octavia Nurlaili.

Risiko Polsuska Cantik, Penumpang Sering Iseng Ujung-ujungnya Ingin Foto Bareng
Nuraini Faiq - suryamalang.com
Resna Octavia Nurlaili, anggota Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Wilayah Daop 8 Surabaya. Gadis kelahiran Malang, 23 Oktober 1991 ini sejak 2009 bergabung dengan PT KAI. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Resna Octavia Nurlaili mengaku geli sendiri saat mengingat kejadian di atas gerbong kereta api.

Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Wilayah Daop 8 Surabaya ini kerap dijadikan sasaran iseng banyak penumpang. 

Maklum, Resna adalah salah satu perempuan Polsuska yang kini bertugas di PT KAI Daop 8 Surabaya. Perempuan asal Malang yang nyaris menuntaskan kuliah di Univeraitas Negeri Malang (UM) itu sudah 8 tahun menjadi Polsuska. 

"Tertawa sendiri kalau mengingatnya. Penumpang suka iseng menggoda tapi ujungnya minta selfie," ucap Reza saat ditemui di Pos Polsuska PT KAI Daop 8 di Jl Gubeng Stasiun, Jumat (8/2/2019).

Gadis kelahiran 23 Oktober 1991 ini sejak 2009 bekerja di PT KAI sudah  di Unit Polsuska. Dia meninggalkan kuliah dan bekerja di KAI. Saat ini, Resna masih kerap bertugas di atas gerbong. 

Jika ada penumpang yang rombongan, Polsuska cantik ini kerap menjadi sasaran iseng ulah mereka.

Pernah suatu ketika di sebuah KA eksekutif tujuan Jakarta, Polsuska itu digoda. Resna diminta menangkap salah satu pencuri di KA.

"Kan punya pistol, tangkap saja mbak kalau ada pencuri," kata penumpang itu seperti ditirukan Resna. Namun setelah diberi tahu bahwa tidak ada pistol, penumpang itu minta selfie. 

Namun karena diminta tetap melayani penumpang tanpa boleh marah, Resna dengan senang melayani selfie penumpang tersebut. Meski demikian, gadis Polsuska ini tetap akan tegas dan galak pada penumpang yang mengganggu layanan. 

Resna sampai saat ini masih terkesan dengan layanan PT KAI. Dulu dia masih ingat bahwa naik KA identik dengan asongan, penumpang berdesakan berdiri,  kamar mandi pesing, dan tak teratur. Begitu dia masuk PT KAI, semua terbantahkan KAI sekarang. 

Terkait penumpang, kadang Resna juga agak jengkel dengan penumpang yang sengaja ingin dilayani. Biasanya tipe penumpang begini adalah penumpang pejabat.

Dia menuturkan bahwa biasanya penumpang dangan latar pejabat minta dilayani maksimal. Meski sebenarnya dia bisa melalukan sendiri kadang minta dibantu. Termasuk sebenarnya pejabat itu tahu lokasi yang dituju di stasiun, tapi mereka minta diantar. 

Biasanya pejabat itu suka menanyakan layanan saat layanan tidak maksimal. Terutama AC yang kurang dingin akan direaksi. Juga saat masuk antre, ada kecenderungan pejabat minta jalur khusus dengan cara jalan yang kelihatan. 

Namun penumpang nonpejabat atau umum biasanya tidak suka protes. Kalau protes biasanya terkait layanan saat televisi gambarnya tidak bening. Namun biasanya kalau penumpang umum protesnya hanya celometan. 

"Kadang jengkel dan jutek juga. Tapi sebagai konsekuensi tugas, saya harus tetap ramah dan senyum tapi tetap tegas," ucap Resna.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved