Selasa, 21 April 2026

Kabar Pasuruan

Ada Sekitar 2.600 Hektar Lahan Kritis, Ipkindo Keliling Jawa Timur Safari Tanam Pohon

Apa yang dilakukannya ini untuk memaksimalkan lahan kritis atau lahan yang belum dimanfaatkan maksimal.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Galih Lintartika
Perwakilan Ipkindo Jatim saat melakukan tanam pohon untuk konservasi hutan di Pasuruan 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Ikatan Penyuluh Kehutanan (Ipkindo) Jawa Timur melakukan acara "Bhakti Ipkindo Untuk Negeri" di Kampung Pancar Air Wana Wiyata Widyakarya Yayasan Sanggar Indonesia Hijau, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (9/2/2019) pagi. Di sini, para penyuluh kehutanan bersama - sama menanam pohon di hutan Mliwis.

Acara tanam pohon ini dilakukan untuk mewariskan sumber mata air. Bahkan, acara ini mengusung tagline Jangan mewariskan air mata untuk anak cucu kita nantinya.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Daryono Budi Santoso menjelaskan, apa yang dilakukannya ini untuk memaksimalkan lahan kritis atau lahan yang belum dimanfaatkan maksimal.

Menurutnya, di Jawa Timur ada sekitar kurang lebih 2.600 hektar lahan kritis. Nah, kondisi ini belum dimanfaatkan maksimal. Maka dari itu, pihaknya sengaja membuat gerakan untuk menanam pohon.

"Bukan hanya di Pasuruan. Kami juga melakukannya di kabupaten lainnya. Hampir di semua kabupaten, kami sudah melakukan penanaman pohon di lahan kritis itu," terangnya.

Ia menjelaskan, lahan kritis ini harus dimanfaatkan. Jika tidak dimanfaatkan, maka akan mempercepat erosi. Ketika itu terjadi maka akan menjadi sedimen dan membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) kurang optimal, pendangkalan waduk dan bendungan.

"Dampak terparahnya, akan terjadi bencana. Bisa banjir, longsor dan sejenisnya. Makanya, kami mengajak semua pihak untuk ikut menanam pohon demi menjaga lingkungan," tambahnya.

Ketua Yayasan Sanggar Indonesia Hijau, Sugiarto menambahkan, pihaknya sangat mendukung jika ada banyak pihak yang peduli akan lingkungan. Ia menyebut, lingkungan memang bukan tanggung jawab perorangan.

"Tapi tanggung jawab bersama. Kami harap semakin banyak pihak yang ikut melestarikan lingkungan. Mulai pemerintah, akademisi, perusahaan, dan masyarakat. Ayo peduli dan turut serta semua pihak untuk menjaga lingkungan di Jawa Timur," tambah dia.

Kepala BPBD Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan, rehabilitasi ini akan memimalisir potensi kejadian bencana di Pasuruan. Ia menyebutkan, sejak tahun 2000 silam, ada perubahan iklim.

"Makanya itu, hal ini harus diantisipasi. Kami juga sangat mensupport kegiatan penanaman pohon seperti ini. Bagi kami ini sangat penting, karena ketika hutannya sehat, potensi bencana juga semakin sedikit," imbuhnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved