Kesehatan

Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono sakit kanker darah, berikut gejala kanker darah sekaligus penyebabnya.

Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah, Kenali Gejala dan Penyebabnya
suryamalang/ tribun
Ani Yudhoyono sakit kanker darah, berikut gejala dan penyebabnya 

SURYAMALANG.com - Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono sakit kanker darah, berikut gejala kanker darah sekaligus penyebabnya.

Kabar bahwa mantan ibu negara Ani Yudhoyono sakit kanker ini diketahui dari mantan Presiden ke -6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini Ani Yudhoyono tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura sejak tanggal 2 februrai 2019 lalu.

Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY pun sempat meminta bantuan dari seluruh rakyat Indonesia untuk kesembuhan penyakit Ani Yudhoyono.

Berikut ini gejala kanker darah beserta penyebabnya, kamu wajib waspada:

1. Darah Sukar Membeku

Leukimia terjadi karena sel darah putih yang belum matang mengacaukan trombosit darah yang penting untuk proses pembekuan darah. Hal ini yang membuat pasien leukimia sering pengalami perdarahan.

Umumnya jika seseorang terluka, maka darah yang keluar akan segera menggumpal dan aliran darah pun akan segera berhenti.

Namun jika yang terluka dan berdarah adalah penderita leukimia, maka aliran darah akan sangat sulit dihentikan.

Jika dilihat, darah yang dikeluarkan pun tidak berwarna merah pekat, melainkan berwarna merah muda.

2. Sering berdarah dan memar

Gejala leukimia yang umum terjadi adalah sering mengalami pendarahan dan memar di bagian tubuh akibat kekurangan trombosit.

Trombosit adalah fragmen sel atau sel yang membantu darah untuk membeku.

Rendahnya jumlah trombosit dalam tubuh mengakibatkan keterlambatan pembekuan darah.

Tak jarang, muncul bintik-bintik merah atau bahkan keunguan yang disebut petechiae akibat adanya perdarahan minor di dalam kulit. 

Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ibu Ani Yudhoyono.
Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ibu Ani Yudhoyono. (IG: aniyudhoyono)

3. Rentan terkena infeksi

Leukimia terjadi karena sel darah putih yang abnormal, akibatnya berbagai macam kuman yang menyerang tubuh tidak bisa dilawan oleh sel darah putih.

Hal ini membuat tubuh jadi rentan terkena infeksi dan sering mengalami demam.

Umumnya, demam pada leukimia sering terjadi dan berlangsung selama beberapa hari dengan kenaikan suhu yang mencapai lebih dari 38 derajat celsius.

4. Nyeri sendi dan tulang

Selanjutnya, penderita leukimia biasanya sering merasakan nyeri pada persendiannya atau di bagian tulang belakang.

Bahkan rasa nyeri yang luar biasa ini bisa membuat penderita mengalami demam tinggi.

Selain nyeri di bagian sendi dan tulang belakang, penderita leukimia juga sering merasakan nyeri di bagian perut akibat organ hati atau limpa mengalami pembengkakan.

5. Anemia

Anemia adalah salah satu gejala leukimia. Pasalnya anemia terjadi karena seseorang kekurangan sel darah merah.

Oleh sebab itu, penderita leukimia umumnya mengalami anemia yang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas, warna kulit pucat, lemah, letih, dan lesu.

Selain itu penderita kanker darah atau leukimia juga sering mimisan, terjadi peradangan gusi, mual, demam, mengigil, sakit kepala, nafsu makan menurun, mengalami penurunan berat badan secara drastis dan keringat berlebih di malam hari.

Penyebab Kanker Darah

Secara umum para ilmuan masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab kanker darah.

Namun, para ahli menduga bahwa perubahan dalam DNA bisa membuat sel-sel darah yang sehat menjadi kanker.

Kanker ini juga memiliki kecenderungan genetik. Jadi, jika keluarga terdekat Anda seperti orangtua, saudara kandung, kakek, ataupun nenek memiliki riwayat penyakit ini, maka Anda pun berisiko memilikinya juga.

Penyebab kanker darah adalah pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel darah.

Normalnya, sel-sel darah di dalam tubuh mengikuti jalur pertumbuhan teratur, pembelahan, dan kematian tapi sel-sel kanker darah tidak.

Sel-sel penyebab kanker darah tidak mati secara otomatis.

Selain itu, sel-sel kanker darah yang tidak normal dapat menyebar ke daerah lain, menekan sel darah normal dan menghambat fungsinya.

SBY Meminta Doa Untuk Kesembuhan untuk Ani Yudhoyono

Kabar bahwa Ani Yudhoyono sakit kanker darah diketahui dari Susilo Bambang Yudhoyono sang suami sekaligus mantan Presiden ke 6 Indonesia.

Bahkan SBY pun meminta doa untuk kesembuhan Ani Yudhoyono. 

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, Jakarta, Selasa (6/2/2018). SBY didampingi oleh istrinya Ani Yudhoyono.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, Jakarta, Selasa (6/2/2018). SBY didampingi oleh istrinya Ani Yudhoyono. (KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI)

Berikut ucapan SBY yang mengabarkan tentang kondisi Ani Yudhoyono setelah didagnosis menderita kanker darah.

Assalamualaikum Wr Wb

Salam sejahtera untuk kita semua. Bapak, ibu, sodara seklaian yang saya cintai.

Saat ini saya berada di Singapura mendampingi Ibu Ani dalam pengobatan dan perawatan kesehatan di negeri ini.

Sejak tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, Ibu Ani menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah. Dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National Universtiy Hospital Singapura.

Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwi Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air.

Pada kesempatan ini juga saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, utamanya tim dokter kepresidenan atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ibu Ani.

Saya juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada Ibu Ani, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa saya sbeutkan satu persatu.

Termasuk yang melalui media sosial.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik dan ketulusan bapak ibu sodara sekalian.

Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan, yang direncanakan oleh berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi.

Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadpai ujian dan cobaan Tuhan ini.

Meskipun saya amat mengetahui, Ibu Ani adalah sosok yang kuat, tabah, dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan termasuk ketika kami bersatu dalam suka dan duka selama 10 tahun saya mengemban tugas memimpin indonesia dulu.

Namun, bagaimanapun, saya Ibu Ani dan keluarga harus bersatu dalam semangat keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk penyembuhan Ibu Ani dengan izin pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik.

Demikianlah pernyataan saya hari ini, semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi kita semua.

wassalamualaikum.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved