Malang Raya

Polisi Kembali Periksa 9 Saksi Kasus Dugaan Pencabulan Oknum Guru Di Kota Malang

Korban tidak bisa memberikan keterangan siapa saja yang orang-orang yang berada disekitaranya pada waktu tindakan pelecehan.

Polisi Kembali Periksa 9 Saksi Kasus Dugaan Pencabulan Oknum Guru Di Kota Malang
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Polisi kembali melakukan pemeriksaan terhadap sembilan saksi terkait dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum guru di SDN Kauman 3 Kota Malang.

Dari pantauan suryamalang.com di Mapolres Malang Kota, saksi yang diperiksa oleh bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota itu ialah wali murid dan murid SDN Kauman 3.

Pemeriksaan dilakukan mulai pukul 11:00 WIB hingga 14:30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi bukti-bukti soal dugaan pencabulan.

"Kami disini mencari para saksi yang mengetahui bahwa oknum guru tersebut telah melakukan tindakan pelecehan kepada muridnya. Namun setelah kami lakukan pemeriksaan tadi, kami belum menemukan bukti-bukti yang konkrit," ujarnya, Sabtu (16/2/2019).

Dari laporan yang didapati Polisi dari korban, menyebutkan kalau korban tidak bisa memberikan keterangan siapa saja yang orang-orang yang berada disekitaranya pada waktu tindakan pelecehan.

Maka dari itu, pada Sabtu (16/2), Polisi kembali melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi murid yang berbeda kelas dengan korban.

"Mereka tadi didampingi oleh orang tuanya. Kami memang sengaja mengambil keterangan dari murid yang berbeda kelas. Karena korban sendiri tidak bisa menjelaskan secara pasti ada siapa saja disekitarnya saat terjadi adegan pencabulan," ucapnya.

Oleh karena itu, AKP Komang menilai, dalam penyelidikan kasus ini terbelit dengan beberapa kendala. Diantaranya ialah penyidik kesulitan untuk menemukan bukti-bukti lantaran dari para saksi yang diperiksa tidak mengetahui secara langsung pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum guru tersebut.

"Dengan pemeriksaan ini total sudah ada 13 saksi yang kami periksa. Kami juga masih menunggu hasil visum yang hingga kini belum juga jadi-jadi," ucapnya.

Sementara itu, beberapa wali murid enggan untuk dimintai keterangan usai keluar dari ruangan pemeriksaan (PPA). Mereka enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi media.

"Aduh maaf, saya buru-buru, sudah ada yang jemput di depan," ucap satu diantara wali murid usai keluar dari ruang pemeriksaan.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved