Universitas Negeri Malang

Revolusi Industri 4.0, Universitas Negeri Malang Dorong Milenial Terjun ke Pasar Modal

Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM) bersama Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia FE UM...

Revolusi Industri 4.0, Universitas Negeri Malang Dorong Milenial Terjun ke Pasar Modal
Benni Indo - SuryaMalang.com
Seminar “Finding Investment Opportunity in the Industry 4.0 era” yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM) bersama Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia FE UM, Sabtu (16/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini, peluang investasi bagi generasi milenial penting untuk dibahas.

Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM) bersama Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia FE UM menyelenggarakan seminar untuk mendorong generasi milenial terjun ke dunia pasar modal.

Seminar itu bertema “Finding Investment Opportunity in the Industry 4.0 era” yang dapat diartikan sebagai “menemukan peluang investasi di era industri 4.0”. Dalam kegiatan di Aula Gedung D4 Fakultas Ekonomi UM, berisi tentang sosialisasi pasar modal bagi mahasiswa yang menjadi anggota baru Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM).

Seminar ini menghadirkan narasumber Venus Kusumawardhana dari PT Reliance Sekuritas dan seorang investor dari Surabaya Idris Efendi.

“Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan dunia pasar modal kepada anggota baru KSPM tahun 2019 serta untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam berinvestasi di pasar modal baik sebagai trader maupun sebagai investor,” ujar Wakil dekan I Fakultas Ekonomi UM Agus Hermawan.

Agus juga mengatakan, kesadaaran investasi bagi generasi milenial di era otomatisasi saat ini sangat penting untuk membangun kemandirian.

Sementara itu, Pengurus Demisioner ISP Surbaya Idris Efendi mengatakan, bahwa saat ini masih banyak anak muda terjerumus dalam budaya hidup konsumtif. Padahal investasi bisa menggantikan budaya tersebut.

“Investasi bisa menjadi gaya hidup, tetapi saat sekarang banyak anak muda lebih condong untuk hidup konsumtif,” ujarnya.

Selain sebagai gaya hidup, investasi juga bisa mendatangkan keuntungan di masa depan. Namun untuk saat ini respon anak muda masih jauh dari harapan.

“Banyak anak muda yang sudah membuka akun untuk mencoba investasi, akan tetapi setelah itu tidak digunakan,” tuturnya.

Anak muda masih banyak yang kebingungan menggunakannya akun investasi. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sosialisasi berkelanjutan.

“Harapan saya, anak muda mulai menyisihkan uangnya, utamanya untuk investasi, karena di masa mendatang hal tersebut sangat bermanfaat,” pungkasnya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved