Kamis, 30 April 2026

Malang Raya

Pakar ITS Surabaya Sebut Malang Raya Rawan Potensi Gempa Bumi & Bencana Alam Lain

Karena dikelilingi gunung berapi aktif, wilayah Malang Raya rawan bencana gempa bumi dan bencana alam lain.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Pakar Geosains Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Surabaya, Amien Widodo 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Karena dikelilingi gunung berapi aktif, wilayah Malang Raya rawan bencana gempa bumi dan bencana alam lain.

Pakar Geosains Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Surabaya, Amien Widodo menyebutkan di antara penyebab terjadinya gempa bumi adalah bergeraknya magma yang berada di bawah lempeng bumi.

“Tidak ada gempa tidak akan ada kehidupan. Pergerakan lempeng akan memicu aktifnya gunung berapi.”

“Karena magma bumi ini harus terus bergerak agar bumi ini ada perlindungan gelombang elektromagnetik untuk menahan kita semua dari gelombang radiasi matahari,” ucap Amien kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (17/2/2019).

Dia mengimbau agar masyarakat tidak panik akan bencana yang akan datang.

Mantan Kepala Pusat Studi Kebumian dan Iklim (ITS) itu menyebut bahwa bencana alam merupakan bagian dari dinamika kejadian alam dan sudah terjadi sebelum manusia ada.

“Gempa yang saya pelajari ini beda dengan yang ada di kitab suci.”

“Tanggapan bahwa gempa adalah azab itu adalah hal yang keliru. Gempa bumi ini murni proses alam,” ujarnya.

Amien mengungkapkan Jawa Timur sudah rawan gempa bumi sejak tahun 1800.

Bahkan terjadi gempa bumi besar di Malang Selatan pada tahun 1967 dan tahun 2003.

“Dari catatan kami, dua kali gempa besar terjadi di wilayah Malang, khususnya di Malang Selatan.”

“Seperti gempa 6,5 skala ritcher mengguncang Malang Selatan yang membuat rumah di Dampit sempat roboh pada tahun 2003 lalu,” ucapnya.

Untuk itu dalam menyikapi kasus bencana yang rawan terjadi, Amien ingin kerjasama kepada semua pihak untuk membangun literasi kebencanaan agar semua orang menjadi sadar.

Dengan hal itu, masyarakat bisa mengantisipasi sejak dini potensi bencana dan bisa lebih waspada.

“Potensi munculnya gempa bumi itu tidak ada yang tahu, bisa sewaktu-waktu gempa itu datang.”

“Jadi kalau ada orang itu baru ada bencana, kalau tidak ada orang, gunung meletus, gempa bumi ya tidak ada masalah, karena itu siklus,” tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved