Kabar Blitar

Inilah Modus Oknum Wartawan Peras PNS Di Blitar, Buntuti Korban Saat Bersama Perempuan Lain Di Hotel

Pelaku mengancam korban kalau tidak diberi uang maka kesalahan korban disebarkan lewat media tempat kerja pelaku.

Inilah Modus Oknum Wartawan Peras PNS Di Blitar, Buntuti Korban Saat Bersama Perempuan Lain Di Hotel
suryamalang.com/Samsul Hadi
Polisi menunjukkan id card milik pelaku pemerasan saat merilis kasus itu di Mapolres Blitar Kota, Selasa (19/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Modus pemerasan yang dilakukan oknum wartawan, Puji Cahyono (46) yakni dengan cara menakut-nakuti korban akan diberitakan di tabloidnya. Sebelumnya, pelaku sudah mencari kesalahan yang dilakukan korban.

Dalam kasus terakhir ini, pelaku memeras seorang PNS, K (56), asal Udanawu, Kabupaten Blitar. Pelaku meminta uang ke korban sebesar Rp 80 juta sebagai uang tutup mulut dan tidak menyebarkan kesalahan korban ke media.

"Pelaku mengancam korban kalau tidak diberi uang maka kesalahan korban disebarkan lewat media tempat kerja pelaku," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negera Siregar, Selasa (19/2/2019).

Adewira mengatakan, pelaku mencari target pemerasan dengan cara keliling ke sejumlah hotel di wilayah Kota Blitar. Seperti dalam kasus ini, pelaku membuntuti korban yang sedang berada di hotel bersama seorang perempuan bukan istrinya.

Lalu, pelaku secara diam-diam mengambil foto korban yang saat itu baru keluar hotel bersama perempuan bukan istrinya. Selanjutnya, pelaku menunjukkan foto itu ke korban. Pelaku mengancam akan menyebarkan foto itu lewat medianya kalau korban tidak mau memberikan sejumlah uang.

Karena takut, korban memberikan sejumlah uang ke pelaku. Pelaku meminta uang sebesar Rp 80 juta ke korban. Korban sudah memberikan uang sebesar Rp 40 juta ke pelaku dengan cara ditransfer. Pelaku masih meminta kekurangan uang tutup mulut sebesar Rp 40 juta ke korban. Merasa diperas, korban melaporkan kasus itu ke polisi.

"Pelaku terus meminta kekurangan uang tutup mulut ke korban. Pelaku terus mengancam dan akhirnya korban melapor ke kami," kata Adewira.

Menurut Adewira, masih ada satu pelaku lagi yang menjadi buron. Pelaku yang masih buron bernama Amirul. Polisi masih mencari keberadaan Amirul. "Mereka ini komplotan. Saat ini masih ada satu pelaku lagi yang buron," ujarnya.

Pelaku pemerasan, Puji Cahyono mengaku baru dua minggu beroperasi di Blitar. Dia mencari target korban pemerasan secara acak. Dia memang mencari kesalahan korban yang sedang berselingkuh. Biasanya, dia membuntuti korban ketika berada di hotel.

"Saya datangi korban ke rumahnya. Saya ceritakan kasalahannya apa adanya. Kalau jumlah korban (pemerasan) saya lupa. Saya juga tidak sengaja dapat korban PNS," katanya.

Sebelumnya, seorang oknum wartawan, Puji Cahyono (46), dibekuk petugas Satreskrim Polres Blitar Kota. Warga Perum Sukodono Permai G/4, Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, itu memeras seorang pegawai negeri sipil (PNS), K (56), asal Udanawu, Kabupaten Blitar.

"Pelaku kami tangkap di SPBU kawasan Tugurante, Kecamatan Ponggok. Setelah menerima laporan dari korban, kami membuntuti pelaku," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, saat merilis kasus itu, Selasa (19/2/2019).

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku. Di antaranya, uang tunai Rp 4 juta, id card, tabloid, sepeda motor, ponsel, bukti transfer setoran tunai dan buku tabungan. Dalam kasus itu, korban diperas oleh pelaku sebesar Rp 40 juta. "Uang tunai yang kami sita dari pelaku itu sisa hasil pemerasan kepada korban," ujar AKBP Adewira.

Adewira mengatakan, korban pemerasan oleh pelaku lumayan banyak. Sesuai pengakuan pelaku ada sekitar 30 orang yang menjadi korban pemerasan oleh pelaku. Tetapi, sejauh ini, baru ada satu korban yang melapor ke polisi.

"Kami masih mengembangkan kasusnya. Pelaku mengaku sebagai wartawan dari Tabloid Metro Indonesia," ujarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved