Malang Raya

Museum Musik Indonesia (MMI) Bersih-bersih 50 Piringan Hitam Sumbangan Masyarakat

Museum Musik Indonesia (MMI) punya cara sendiri menyongsong Hari Musik Nasional ke 6 pada 9 Maret 2019 nanti.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin

Dikatakan, yang nampak biasanya debu, tapi dasarnya bisa melekat itu macam-macam.

Seperti keringat, minyak dan kelembaban suhu akan timbul jamur. Ada juga jenis kerusakan lain seperti baret-baret atau  melengkung.

Jika ada jamur, maka perlu obat khusus. Sebelum kegiatan cuci-cuci itu, Hengki menceritakan PH sudah tidak ada lagi pada 1985.

Kemudian digantikan kaset dan CD.

“Namun kondisinya juga hancur dipasaran karena kini digantikan gadget sebagai player,” jelasnya.

Bahkan toko-toko fisik yang berjualan itu sudah jarang ada. Sehingga ia menyebutnya PH sebagai barang langka.

Karena itu perlu dirawat agar generasi mendatang masih bisa menikmatinya.

2600 keping PH koleksi MMI itu dipajang berdasarkan provinsinya.

Sedang artis international dipajang berdasarkan negaranya.

Ia menemukan di koleksi MMI ada lima provinsi di Indonesia yang belum ditemukan ada penyanyi atau bandnya.

Yaitu Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat.

“Atau ada yang tahu penyanyi atau band dari provinsi itu?” tanya Hengki balik pada wartawan.

Dari data MMI, sebanyak 2000 PH perlu sampul. Sebab sampul aslinya ada yang rusak.

Namun juga ada donatur yang menyumbangkan sampul PH sebagai duplikat.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved