Universitas Kanjuruhan Malang

Rayakan Yudisium, FEB Unikama Lakukan Siraman Seperti Tradisi Budaya Jawa

Para peserta yudisium Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) satu persatu melakukan tradisi siraman.

Rayakan Yudisium, FEB Unikama Lakukan Siraman Seperti Tradisi Budaya Jawa
edgar
Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Drs. Sulistyo M.Ak saat melakukan tradisi siraman kepada para peserta yudisium di Halaman FEB, Rabu (20/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Para peserta yudisium Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) satu persatu melakukan tradisi siraman usai mengikut acara yudisium yang digelar pada Rabu (20/2/2019).

Bertempat di halaman FEB, mereka berbaris menunggu disiram oleh para Dosen dan juga Dekan FEB.

Para calon wisudawan itu disiram menggunakan air bersih yang telah ditaburi bunga seperti siraman yang dilakukan oleh sepasang pengantin khas Budaya Jawa.

Banyak dari mereka antusias mengikuti acara siraman tersebut seperti yang dialami oleh Nirna.

Mahasiswa Program Studi Manajemen itu merasa terharu sekaligus bangga karena tradisi siraman ini hanya dilakukan di FEB saja.

"Ya bangga pastinya, dengan siraman ini kami merasa jadi orang yang memiliki semangat baru lagi, jiwa baru lagi dan siap mengarungi dunia baru," ujarnya.

Disisi lain, tradisi siraman ini sudah dilakukan sejak pertama kali FEB berdiri yakni pada tahun 2005.

Hal itu disampaikan oleh Dekan FEB Unikama, Drs. Sulistyo M.Ak sebelum melakukan siraman kepada para mahasiswanya itu.

"Siraman ini adalah simbol atau ungkapan kami kepada para calon sarjana yang kami hasilkan, dengan harapan kami dapat mencetak bibit-bibit unggul," ujarnya.

Selain itu, dengan adanya siraman ini, Sulistyo berharap kepada calon wisudawan nanti dapat tumbuh dengan baik dan menjadi pribadi yang berkualitas.

"Siraman ini kita sirami dengan doa agar mereka nantinya bisa menjadi orang yang besar. Ini semua merupakan ilustrasi atau penggambaran dalam budaya Jawa yang penuh dengan makna," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved