Kabar Surabaya
Febinska, Mahasiswi Unair dan Creative Director Captivate, Ingin Bikin Wadah Bagi Industri Kreatif
Febinska Nuzulul Fahmi, mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini merasa memiliki..
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Febinska Nuzulul Fahmi, mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini merasa memiliki passion dalam dunia event organizer.
Itu sebabnya, dia terjun dalam berbagai kegiatan yang positif dan kontributif terhadap industri kreatif khususnya di Surabaya.
Febinska merupakan founder sekaligus creative director Captivate, wadah bagi anak muda yang bergerak di dunia industri kreatif.
Sebelum mendirikan dan bergabung bersama Captivate, Febinska telah terlibat di berbagai macam project antara lain creative director Libels Party, stage manager Efestaphoria, creative event director Srikandi Project, steering committe E-week, creative director UnaUni, talent manager Pestapora, dan lain sebagainya.
Melalui Captivate, Febinska berharap dapat memberi ruang dan edukasi kepada pelaku industri untuk belajar dan berkolaborasi.
"Captivate mewadahi temen-teman kreatif untuk berkarya bersama. Entah komunitas, kreatif, dan lain sebagainya. Selain itu Captivate juga secara tidak langsung membantu memutar ekonomi kreatif di Surabaya melalui acara seperti creative market yang menghadirkan para startup business," tutur Febinska.
Selain itu, lanjutnya, Captivate juga mengadakan talkhsow dan workshop untuk mengedukasi para millenial yang ingin mengasah kreativias.
Febinska percaya bahwa Surabaya memiliki potensi besar dalam bidang industri kreatif.
"Surabaya nggak kalah keren kok sebenarnya dari Jakarta. Tapi mungkin kurang ke-up karena secara historis Surabaya kan kota perdagangan, bukan industri kreatif," jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi adalah salah satu unsur yang paling penting dalam dunia industri kreatif. Tanpa kolaborasi, sebuah industri akan kalah dengan yang lain.
Menjadi creative director, tutur Febinska, banyak membawa dampak baik bagi dirinya. Selain belajar dan bertemu banyak orang, Febinska juga dapat belajar mencari solusi terbaik untuk memecahkan masalah.
Menurut Febinska, hal yang susah ketika menjadi creative director adalah mamanajemen personil tim.
"Paling susah itu manage people. Karena setiap orang beda-beda. Pendekatannya juga beda-beda. Orang A gimana, B gimana, C gimana," ungkapnya.
"Cara mengatasinya dengan banyak mendengarkan. Dengan mendengarkan dan mengobrol, kita bisa ngerti apa yang orang suka dan nggak suka. Dari situ nanti timbul chemistry," lanjut penggemar Marchella FP ini.
Kepada anak muda, Febinska berpesan untuk terus berkarya dan memperbanyak kolaborasi.
"Terus berkarya, banyakin kolaborasi. Melalui kolaborasi, akan memperluas networking dan nggak ada ruginya. Bisa dapat ilmu," jelasnya. Christine Ayu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/febinska-nuzulul-fahmi-mahasiswi-fakultas-ekonomi-dan-bisnis-universitas-airlangga-unair.jpg)