Kota Batu
Petani Kota Batu Bisa Sharing Lebih Dalam Masalah Pertanian
Menghadapi masalah hama, kutu, kadang ada petani yang bisa mengatasi hal itu sendiri.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Menghadapi masalah hama, kutu, kadang ada petani yang bisa mengatasi hal itu sendiri.
Tapi ada juga petani yang butuh pendampingan. Arli salah satu petani di Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji mengatakan saat musim hujan seperti ini ia dan petani lainnya selalu membeli obat untuk mengusir hama.
Terkadang hal itu bisa menyelesaikan masalah tapi kadang juga untuk solusi awal.
“Kadang kami didatangi dari penyuluh, menanyakan apa permasalahannya. Yang sering kami alami itu hama.”
“Terkadang memberikan obat pestisida itu belum menyelesaikan masalah,” ungkapnya.
Artinya dengan adanya penyuluh bisa memberikan referensi bagi petani agar tidak terlalu sering memberikan pestisida.
Bahkan sesekali para petani ini mendapatkan edukasi apa bedanya pertanian organik dan non organik.
Selain itu petani juga bisa memberikan patokan harga untuk hasil panen yang dijual.
“Jika panen raya itu berapa perkilogramnya, jika harus dikirim ke luar daerah itu harusnya kualitas yang seperti apa,” imbuhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Juwinah. Ia bisa menceritakan masalah yang kerap ia alami baik saat tanam maupun saat panen.
“Kalau sesama petani sudah biasa mbak, mereka juga punya masalah yang sama.”
“Kalau cerita ke penyuluh kami bisa mendapatkan solusi, jadi tahu oh begini cara mengatasi,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/petani-di-kota-batu-1.jpg)