Breaking News:

Kabar Surabaya

PT PAL Surabaya Garap Dua Kapal Cepat Rudal Rp 1,6 Triliun untuk TNI Angkatan Laut

"KCR 5 dan 6 ini komplit dengan sistem persenjataan. KCR 3 kita tarik dulu untuk dilengkapi sistem SEWACO. Kami juga lengkapi KCR 4 dengan sistem yang

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: yuli
AHMAD ZAIMUL HAQ - SURYAMALANG.COM
PENGADAAN KCR - Sekjen Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji (tengah) bersama Dirut PT PAL Indoensia Budiman Saleh (dua kanan) seusai penandatanganan kontrak pengadaan kapal perang oleh PT PAL Indonesia untuk Kementerian Pertahanan di Gedung PIP PT PAL Indonesia, Surabaya, Senin (25/2). Penandatanganan kontrak pengadaan Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60M) tersebut meliputi platform dan sensor weapon control (SEWACO) untuk KCR-60 meter kapal ke 5 dan 6 serta SEWACO untuk KCR-60 meter kapal ke-3 (KRI Halasan - 630), KCR-60 kapal ke-4 (KRI Kerambit 627). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - PT PAL (Persero) tengah mengerjakan kapal perang handal yang akan menjadi alutsista terbaru untuk TNI AL, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter. Sebanyak dua unit KCR lengkap dengan Sensor Weapon Control (SEWACO) ini senilai Rp 1,6 triliun. 

"Dalam 24 bulan ke depan, kapal rudal ini sudah harus diserahkan. Kapal perang ini harus tepat waktu dan tepat mutu. Jangan sampai ada spek dikurangi," tegas Sekjen Kemenhan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji, Senin (25/2/2019).

Sekjen Kemenhan ini hadir dalam seremoni penandatangan kontrak pengerjaan KCR-60 5 dan 6 lengkap dengan sistem persenjataan rudal. Selain dua kapal utuh canggih itu, juga akan dikerjakan sistem SEWACO untuk KCR 3 dan 4.

Sekjen Kemenhan Agus didampingi Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh hadir itu dalam Penandatangan MoU dengan sejumlah BUMN macam PT Krakatau Steel dan BUMN yang lain yang terkait dengan industri pertahanan nasional maritim. Selain mereka ada juga puluhan BUMS terkait yang lain. Sejumlah pejabat di TNI AL juga dihadirkan. 

Agus menyebutkan bahwa kapal perang itu punya batas waktu masa operasional. Kalau sampai di atas 30 tahun biaya perawatan bisa lebih mahal daripada membeli baru. Untuk itu Kemenhan mempercayakan pada PT PAL untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI AL

"KCR 5 dan 6 ini komplit dengan sistem persenjataan. KCR 3 kita tarik dulu untuk dilengkapi sistem SEWACO. Kami juga lengkapi KCR 4 dengan sistem yang sama di PT PAL."

Nilai kontrak Rp 1,6 T itu jauh lebih efisien jika membeli dari luar negeri. Selama 24 bulan itu dikerjakan bersama vendor lain. Semua harus dijerjakan tepat waktu. Agus minta jangan ada penggelembungan harga yang tidak sesuai. 

Harus sesuai standar setiap satuan harga. Pernah pengadaan menjadi catatan karena harga satuan ternyata harga 15 tahun lalu. "Ini jangan sampai terjadi. Sekali lagi spek jangan dikurangi. Ini kapal perang bukan kapal kardus yang di laut," tandas Agus. 

Dirut PT PAL Sudiman Saleh berharap ada percepatan pengerjaan KCR-KCR tersebut. Diakui bahwa mengerjakan alutsista tidak seperti membeli mobil yang setiap saat komponen bisa didatangkan. Barang yang beli harus tanda tangan dulu baru bisa tiba.

"Industri lokal kami maksimalkan. Begitu juga kadungan lokal juga mendapat porsi hingga 23 persen. Namun terkait engine dan sistem persenjataan mendapat perhatian serius," kata Budiman. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved