Malang Raya

Tujuh Kelurahan Di Kota Malang Tak Ajukan Usulan Pembangunan Infrastruktur Tahun 2019

Tidak adanya usulan pembangunan infrastruktur itu bisa jadi kondisi di kelurahan tersebut belum membutuhkan.

suryamalang.com/Benni Indo
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ada tujuh kelurahan yang tidak mengajukan usulan kegiatan infrastruktur melalui musrenbang di 2020.

Ketujuh kelurahan di Kota Malang itu adalah Kelurahan Bandungrejosari, Buring, Jodipan, Kauman, Tangjungrejo, Kota Lama dan Kesatrian. Informasi itu muncul saat gelaran Rancangan Rencana Kerja (Renja) DPUPR Kota Malang 2020.

Wali Kota Malang, Sutiaji menjelaskan, tidak adanya usulan itu bisa jadi kondisi di kelurahan tersebut belum membutuhkan.

"Jadi ada yang namanya top down dan button up. Pembangunan kita pemerataan pembangunan. Kalau memang di situ tidak butuh ya tidak bisa dipaksakan. Apabila ada hal yang perlu, tentu diusulkan," ujar Sutiaji, Rabu (27/2/2019).

Di sisi lain Sutiaji mengapresiasi karena itu bermakna tidak ada yang diada-adakan. Namun pastinya pembangunan di sektor lain tentu dibutuhkan oleh kelurahan.

"Kami lihat sinkronisasi dengan Renja untuk kelurahan tersebut. Pembangunan di jalan sudah ada, apanya yang diusulkan. Artinya tidak mengada-ada," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan, ketujuh kelurahan tersebut tidak mendapatkan prioritas pembangunan infrastruktur. Jika membutuhkan pembangunan yang bersifat darurat, sudah disiapkan anggaran tersendiri.

"Jadinya jika ada yang dibutuhkan. Akan pakai dana insidentil," tukasnya.

Alokasi dana insidentil dijadikan tumpuan di 7 kelurahan kelurahan tersebut. Dikatakan Soni, seluruh prioritas pembangunan melalui proses dan direncanakan betul sesuai prosedural. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved