Breaking News:

Rumah Politik Jatim

Prabowo: Tentara itu Pekerjaannya Perlu tapi Agak Kurang Mulia

"Jadi, prajurit yang benar adalah prajurit yang membela seluruh bangsa negara dan rakyat. Tidak boleh membela suatu golongan saja," ujar Prabowo.

Editor: yuli
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilhan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2019). Pasangan Joko Widodo - Maruf Amin mendapat nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat nomor urut dua. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - "Profesi Anda di bidang kesehatan itu sebetulnya pekerjaan yang mulia karena Anda berurusan dengan menyelamatkan nyawa," ujar calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Hal itu ia ungkapkan saat berpidato di depan ratusan tenaga kesehatan acara dialog silaturahim bersama komunitas kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, profesi tenaga kesehatan merupakan profesi mulia. Sebab profesi itu berurusan dengan menyelamatkan nyawa manusia.

Lantas ia membandingkan dengan pekerjaan yang pernah digelutinya, yakni tentara. Tentara, kata Prabowo, cenderung lebih dekat dengan menghilangkan nyawa manusia.

Bahkan ia sempat berkelakar bahwa profesi tentara kurang mulia dibandingkan dengan tenaga kesehatan.

"Sebetulnya tentara itu pekerjaannya perlu ya tapi agak kurang mulia juga. Maaf, bukan saya enggak loyal tapi kita kan tugasnya menghilangkan nyawa," ujar Prabowo. "Tapi tentunya kita menghilangkan nyawa yang mengancam keselamatan bangsa negara dan rakyat kita," ucapnya.

Prabowo pun menegaskan bahwa seorang prajurit, meski dilatih untuk berperang, namun dilarang untuk melukai atau mengancam keselamatan orang yang tidak berdosa.

Menjadi seorang prajurit, kata dia, memiliki kewajiban untuk membela seluruh bangsa dan negara. Bukan hanya membela suatu golongan tertentu saja.

"Orang yang jahat pun kita harus kasih peringatan, kalau masih terus mengancam keselamatan orang banyak terpaksa kita harus lindungi," tutur Prabowo. "Jadi, prajurit yang benar adalah prajurit yang membela seluruh bangsa negara dan rakyat. Tidak boleh membela suatu golongan saja," ujar mantan Komandan Jenderal Kopassus itu. kompas.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved