Rumah Politik Jatim

Di Surabaya, Sekjen PKB Bicara Soal "Akal Sehat" Dalam Pemilu: Pilih Yang Lahannya Paling Sedikit

Berbagai capaian Jokowi selama empat tahun menjabat sebagai presiden RI. Di antaranya sektor ketenagakerjaan yang meningkat tiap tahunnya.

Di Surabaya, Sekjen PKB Bicara Soal
suryamalang.com/Bobby Constantine Koloway
Hanif Dhakiri, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat menghadiri Deklarasi Milenial mendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin di Surabaya, Sabtu (2/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hanif Dhakiri mengajak generasi milenial ikut mensukseskan pemilu dengan menggunakan akal sehat. Hal itu dikatakanya kala menghadiri Deklarasi Milenial mendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin di Surabaya, Sabtu (2/3/2019).

Di awal sambutannya, Hanif menerangkan, berbagai capaian Jokowi selama empat tahun menjabat sebagai presiden RI. Di antaranya sektor ketenagakerjaan yang meningkat tiap tahunnya.

Menurut pria yang juga Menteri Ketenagakerjaan ini, Jokowi telah menuntaskan janji penyediaan lapangan kerja selama menjabat. "Di sektor lapangan kerja, Pak Jokowi berjanji menciptakan 10 juta lapangan kerja 10 tahun. Artinya, pertahun, 2 juta lapangan kerja," kata Hanif pada sambutannya.

"Namun, Sampai 4 tahun, sudah tersedia 10,5 juta lapangan kerja. Ini fakta dan data. Orang boleh suka, tidak suka, Pak Jokowi janjinya lima tahun, alhamdulillah empat tahun terpenuhi," kata Hanif disambut tepuk tangan hadirin.

Oleh karenanya, Hanif menyebut, Jokowi sebagai sosok yang berpengalaman. Dengan nada tinggi, ia lantas menjelaskan politik akal sehat. "Kalau ada yang bilang politik akal sehat, kami setuju. Di dalam pemilu, kita harus menggunakan akal sehat," kata Hanif.

Menurutnya, pedoman ini sesuai dengan karakteristik Jokowi-Ma'ruf. "Mempertimbangkan pemimpin akal sehat. Jika pertimbangan ulama, pilih yang ada ulama. Jika pertimbangannya kerja, pilih yang sedang kerja. Siapa?," tanya Hanif yang sontak disambut teriakan nama 'Jokowi' saling bersahutan.

"Kalau pertimbangannya prestasi, kita pilih prestasi. Kalau pertimbangannya pengalaman, kita pilih yang berpengalaman. Kalau kaya, yang paling tidak kaya. Kalau lahan, pilih yang tidak punya lahan. Kalau keluarga, pilih yang paling harmonis keluarganya," katanya disambut tepuk tangan ratusan penonton yang hadir.

"Itu namanya akal sehat. Insya Allah yang baik-baik ada di Pak Jokowi," tuntasnya yang kembali disambut teriakan nama Jokowi saling bersahutan.

Sebelum Hanif memberikan sambutan, para peserta yang merupakan alumni dari 61 SMA baik negeri maupun swasta di Surabaya mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Ma'ruf Amin. Deklarasi dipimpin oleh tokoh milenial asal Surabaya, Seno Aji Bagaskara.

Hadir pada acara ini, Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, kemudian politisi PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno, hingga Emil Elestianto Dardak. Hanif mengingatkan para alumni yang menjadi relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk bekerja keras di sisa waktu kampanye ini.

"Waktu kita tinggal 45 hari, waktu yang tidak panjang. Namun, pekerjaan kita tinggal sedikit waktu. Kita harus memaksimalkan untuk kebaikan kita untuk Indonesia yang kita banggakan," kata Hanif.

"Gerak kita, jangan hanya di sosmed, namun juga dilapangan. Caranya, dengan gerakan door to door, kita sapa masyarakat," tandas Hanif. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved