Kabar Banyuwangi

Pacu UMKM Wisata, Banyuwangi Gelar Kompetisi Hackathon Bersama Warung Pintar Berhadiah Jutaan Rupiah

Hackathon merupakan ajang “pekan retas” pengembangan ide teknologi untuk tujuan tertentu. Di Banyuwangi, ditujukan untuk pengembangan wisata dan UMKM.

Penulis: Haorrahman | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Haorrahman
Road show to Hackathon Pintar 1.0. Kompetisi ini akan digelar 29-30 Maret mendatang di Banyuwangi. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menggandeng startup teknologi ritel mikro Warung Pintar menggelar Hackathon Pintar 1.0, yang akan digelar 29-30 Maret mendatang.  Hal itu untuk memperkenalkan ajang kegiatan melalui road show ke beberapa daerah di Banyuwangi sejak, Jumat (1/3) lalu.

"Ajang kompetisi ini bertujuan menggali ide untuk memacu kinerja UMKM dan Pariwisata," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Senin (4/3).

Hackathon merupakan ajang “pekan retas” pengembangan ide teknologi untuk tujuan tertentu. Di Banyuwangi, ditujukan untuk pengembangan wisata dan UMKM.

Di acara itu, semua stakeholder pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras berkolaborasi, mulai pemogram komputer, desainer grafis, hingga desainer antarmuka, untuk menciptakan proyek yang bermanfaat bagi UMKM dan wisata Banyuwangi.

"Kami berharap Hackathon pertama di Banyuwangi ini menjadi kesempatan anak muda mengasah kreativitas dan ikut terlibat langsung membawa perubahan untuk semakin mengakselerasi kinerja UMKM dan pariwisata di Banyuwangi," kata Anas.

Banyuwangi menggadeng Warung Pintar yang merupakan platform teknokogi terintegrasi untuk warung tradisional. Pada 30 Maret mendatang, digelar Festival Juragan Pintar yang akan menjadi ajang pertemuan para pemilik Warung Pintar dari berbagai daerah.

Di Banyuwangi, Warung Pintar mulai masuk dan bermitra dengan warga untuk meningkatkan daya saing warung-warung rakyat.

Chief Technology Office Warung Pintar, Sofian Hadiwijaya mengatakan, road show to Hackathon Pintar 1.0 memperkenalkan mekanisme kompetisi, cerita inspirasi tim teknologi Warung Pintar, membahas tantangan UMKM dan pariwisata serta solusinya.

Acara tersebut dihadiri BRI sebagai bank yang membuka akses data API (Application Program Interface) untuk startup yang ingin berinteraksi dengan pelanggan BRI.

“Hackathon Pintar 1.0 mengusung spirit pariwisata dan UMKM pintar sebagai. Kami mengajak anak muda se-Indonesia untuk membawa perubahan dengan bersama-sama mencari solusi bagi permasalahan UMKM dan pariwisata di Banyuwangi,” kata Sofian.

Pendaftaran bisa dilakukan online hingga 15 Maret. Pada 22 Maret akan diumumkan 50 tim yang lolos dan mengikuti Hackathon Day pada 29-30 Maret 2019.

"Kompetisi ini terbuka untuk anak muda seluruh Indonesia. Disiapkan hadiah Rp30 juta untuk ide terbaik. Bupati Banyuwangi Azwar Anas juga menjadi juri dalam seleksi tim ini," imbuhnya.

Sofian mengatakan, Banyuwangi dipilih sebagai tempat ajang hackathon ini lantaran perkembangannya yang pesat beberapa tahun terakhir.

“Banyuwangi dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dengan perkembangan pesat. Sektor pariwisata dan UMKM adalah salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. Revolusi Industri 4.0 mendorong usaha mikro hingga besar untuk turut memanfaatkan teknologi agar mampu bersaing,” ungkap Sofian. 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved