Rumah Politik Jatim

Bila Diberi Amanah Sebagai Legislatif Pasuruan, Wahyu SiapKembangkan UMKM Untuk Buka Lapangan Kerja

Jika ditakdirkan duduk di kursi dewan, pria yang akrab disapa Wahyu ini akan berusaha semaksimal mungkin memberdayakan UMKM.

Bila Diberi Amanah Sebagai Legislatif Pasuruan, Wahyu SiapKembangkan UMKM Untuk Buka Lapangan Kerja
suryamalang.com/Galih Lintartika
Caleg DPRD Kabupaten Pasuruan Dapil I, Wahyu Budi Priyanto saat memamerkan UMKM budidaya kambing etawa yang diambil susunya. Siapa sangka, susu kambing etawa ini memiliki daya jual tinggi. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Pasuruan Dapil I, Wahyu Budi Priyanto memiliki misi memajukan UMKM di Kabupaten Pasurun. Jika ditakdirkan duduk di kursi dewan, pria yang akrab disapa Wahyu ini akan berusaha semaksimal mungkin memberdayakan UMKM.

Politisi asal Partai Golkar ini menilai, pemberdayaan UMKM ini merupakan bentuk tegas dalam menyikapi situasi dan kondisi ketenagakerjaan, dimana angkatan kerja setiap tahun bertambah dan tidak seimbang dengan terciptanya lapangan kerja.

Terutama, kata dia, dengan munculnya, fenomena banyak industri padat karya yang tutup ataupun relokasi dari Pasuruan ke daerah lain. Hal itu terjadi karena semakin tingginya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan di Pasuruan.

Padahal, industri padat karya ini yang mampu menyerap tenaga kerja dalam kapasitas besar. Maka salah satu solusi untuk menyerap angkatan kerja adalah dengan pemberdayaan UMKM,

"Pemberdayaan UMKM akan menciptakan lapangan kerja sendiri, dengan memaksimalkan kegiatan positif yang mengarah pada kemandirian baik secara pekerjaan maupun finansial," kata Wahyu.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua HRD Club Pasuruan ini menjelaskan, banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan, misalnya budidaya ikan lele yang berorientasi pada pasar ekspor, budidaya kambing etawa yang menghasilkan susu kambing yang diminati, budidaya pertanian hidroponik dan beberapa kegiatan lain.

Menurut Wahyu, beberapa kegiatan tersebut di atas memiliki peluang yang tinggi dan pasar yang masih terbuka luas. Permintaan masih lebih tinggi rasionya dibanding ketersediaan barang di pasaran. Peluang untuk memaksimalkan UMKM di Kabupaten Pasuruan masih sangat terbuka.

"Ini bisa kami maksimalkan. Kalau memang saya ditakdirkan menjadi anggota dewan nanti, saya pribadi akan menjadi orang pertama penggerak UMKM ini. Saya akan bina UMKM semaksimal mungkin, agar UMKM ini bisa menampung dan memberdayakan pengangguran di Pasuruan," tambahnya.

Namun perlu dicatat, lanjut dia, meski peluang masih terbuka lebar, ada beberala item yang perlu diperhatikan sebelum memaksimalkan pemberdayaan UMKM ini. Misalnya, budidaya lele untuk memenuhi pasar ekspor ini tidak bisa sembarangan.

Menurut dia, UMKM pemberdayaan lele ini harus memiliki standart kualitas tersendiri baik dari bibit, pakan maupun proses perawatannya. Sehingga, hasilnya nanti dan diekspor ini dalam kondisi maksiml dan memuaskan. Sehingga hubungan kerjasama ini bisa berkelanjutan.

"Konsep yang diterapkan adalah dengan sistim kemitraan dengan pihak eksportir, dimana bibit dan pakan sampai masa panen disuplai dari mitra. Jadi yang perlu disiapkan hanyalah kolam dan tenaga untuk merawat," urai pria yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Selain itu, lanjut dia, untuk budidaya kambing etawa juga bisa diterapkan dengan sistem kemitraan. Untuk kesediaan pakan, dan lainnya. Pakan yang disuplai harus seragam dan merupakan pakan alternatif dengan teknik fermentasi yang membantu memaksimalkan produksi susu kambing etawa.

"Dengan model seperti ini modal yang dibutuhkan di awal sangat terjangkau, kegiatan usaha bisa lebih memungkinkan untuk direalisasikan. Banyak untungnya, masyarakat sejahtera dan mengurangi angka pengangguran. Semuanya makmur," jelasnya.

Ia menambahkan, UMKM wajib mendapat perhatian khusus agar bisa optimal dan mampu menyerap angkatan kerja, mengurangi pengangguran dan menuju tatanan masyarakat yang mandiri dalam menciptakan lapangan kerja dan menuju kemandirian finansial.

"Tak lupa, pendampingan dalam proses perawatan tetap dilakukan agar memperkecil kesalahan dan resiko kegagalan dalam membina UMKM. Jadi dibina dalam hal ini adalah dibina secara keseluruhan. Apapun itu didampingi, agar UMKM Kabupaten Pasuruan maju dan perajin UMKM, masyarakatnya semuanya maslahat," pungkasnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved