Breaking News:

Kabar Lamongan

Banjir Luapan Bengawan Solo Di Lamongan Meluas, Kini 9 Desa Di Tiga Kecamatan Terendam Air

Dari data yang didapat, banjir akibat luapan Bengawan Solo melanda di 3 Kecamatan yaitu di Kecamatan Babat, Kecamatan Laren, dan Kecamatan Maduran.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Banjir yang melanda di sejumlah desa di tiga kecamatan di Lamongan akibat luapan sungai Bengawan Solo, Jumat (8/3/2019) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo di Lamongan semakin meluas. Sebanyak 9 desa di 3 kecamatan di Lamongan kini terendam banjir luapan Bengawan Solo sejak dua hari ini.

Dari data yang didapat menunjukkan, banjir akibat luapan Bengawan Solo melanda di 3 Kecamatan yaitu di Kecamatan Babat, Kecamatan Laren, dan Kecamatan Maduran.

Di Kecamatan Babat banjir terjadi di Kelurahan Banaran, untuk warga yang menempati tanah bantaran. Sedangkan untuk kecamatan Maduran banjir melanda Desa Jangkungkusumo akibat tanggul wedo jebol sepanjang 70 meter.  Tanggul jebol di Maduran itu, setahun lalu juga pernah jebol di titik yang sama.

Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Lamongan, Muslimin mengungkapkan, banjir di Kecamatan Laren melanda di 7 desa diantaranya, Desa Laren, Duri Kulon, Keduyung, Pesanggrahan, Mojoasem, Bulutigo dan Plangwot.  "Itu sementara data yang masuk di 2 kecamatan, Babat dan Laren," kata Muslimin.

Akibat luberan air dari sungai Bengawan Solo ini, ada ratusan rumah warga di 3 kecamatan di Lamongan terendam banjir dengan ketinggian antara 20 cm hingga 50 cm, termasuk ratusan hektare lahan pertanian di 3 kecamatan itu.

Hingga hari kedua ini, ketinggian air banjjir sungai Bengawan Solo naik kembali, setelah semalam sempat surut.
Debit air Bengawan Solo di Lamongan, sesuai dengan papan ukur yang ada sudah masuk siaga merah.

"Papan ukur yang ada di Babat, menunjukkan status siaga merah dengan ketinggian air mencapai 8.27 peischal ," kata Muslimin.

Sementara di Kecamatan Laren berada di posisi 5.57.peiscgal. Sedang di Karanggeneng status siaga merah dengan ketinggian 4.52 meter. Pihaknya berharap warga agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di dekat sungai.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved