Kabar Madiun

Pengakuan Korban Banjir Di Pematang Sawah Dekat Tol Ngawi-Kertosono Nyaris Kehilangan Nyawa

Satu keluarga korban banjir di Ngawi yang menjadi viral di media sosial karena diselamatkan dua pengendara mobil di Tol Ngawi-Kertosono.

Pengakuan Korban Banjir Di Pematang Sawah Dekat Tol Ngawi-Kertosono Nyaris Kehilangan Nyawa
suryamalang.com/Rahadian Bagus
Keluarga korban banjir di pematang sawah yang ditolong pengendara di Jalan Tol Ngawi - Kertosono viral di medsos. 

"Kira-kira satu jam di air. Arusnya deras dan banyak hewan-hewan, ada ribuan hewan mungkin. Ada ular, semut, serangga, kelabang," katanya.

Agar tidak tenggelam, ia harus menyusuri jalan pematang sawah. Namun, karena jalan pematang sawah tergenang banjir, tak jarang ia terpeleset  karena menginjak lubang dan nyaris tenggelam.

Begitu juga dengan adiknya, yang berjuang keras membawa ember berisi Khamim Nurmahmudin (3) dan pakaian.

Beberapa kali ia terpeleset, sehingga menyebabkan air masuk ke dalam ember, hingga akhirnya ember tersebut hilang terbawa arus. 

Karena sudah tidak ada lagi ember,  Fitroh menggendong anaknya, sembari menenteng tas berisi pakaian anak-anaknya. "Karena banyak lubang, saya terpeleset dan ember kemasukan air. Akhirnya Khamim saya gendong, sambil bawa tas," kata Fitroh.

Setelah sekitar satu jam berjalan, akhirnya Arif tiba lebih dahulu di pagar pembatas tol. Sementara, adiknya Fitroh berpengangan pohon tak jauh dari pagar pembatas tol karena arus semakin deras. "Saya pegangan pohon, karena arusnya deras," katanya.

Namun,  meski sudah tiba di pagar pembatas tol, Arif kesulitan untuk membawa keponkannya yang ia gendong keluar dari genangan banjir. Sebab, sepanjang pagar pembatas dipasang kawat berduri.

Dalam hati, pada saat itu ia mengaku sudah hampir putus asa. Namun, ia tetap berupaya agar adik dan keponakannya selamat.

"Saya cuma butuh orang untuk menolong mengangakat keponakan saya. Saya sudah tidak berfikir dengan nyawa saya," katanya.

Ia sempat berpikir untuk menaruh keponakannya di tiang pagar pembatas tol yang terbuat dari beton. Namun, ternyata tiang pagar itu sudah banyak dihinggapi ular dan serangga.

"Mau saya taruh di tiang pagar tapi banyak hewan-hewan di situ," katanya.

Arif dan adiknya akhirnya berteriak meminta pertolongan dari pengendara mobil yang melintas di tol. Sekitar 15 menit berteriak minta tolong, seorang pengendara mobil berhenti memberi pertolongan, disusul seorang pengendara lain. Mereka akhirnya bisa diselamatkan, berkat pertolongan dua pengendara mobil yang berhenti. 


Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved