Sportarema

Ada Suap Rp 14, 2 Triliun, Skandal FIFA dan Qatar yang Ditunjuk jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Qatar disebut telah memberikan suap sebesar Rp 14.2 triliun pada petinggi FIFA supaya bisa terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia

Ada Suap Rp 14, 2 Triliun, Skandal FIFA dan Qatar yang Ditunjuk jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022
fifa.com
Ada suap mencapai Rp 14,2 triliun Piala Dunia 

SURYAMALANG.COM - Skandal suap yang melibatkan Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA dan negara Qatar terungkap.

Qatar disebut telah memberikan suap sebesar Rp 14.2 triliun pada petinggi FIFA supaya bisa terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia di tahun 2022.

Skandal suap dan nilai suap yang mencapai miiaran rupiah diungkap surat kabar yang berbasis di Kota London, The Times seteah melakukan investigasi.

Dilansir dari laman Daily Mail,, melakukan investigasi atas dugaan tindakan suap yang dilakukan Qatar kepada FIFA.

Nassar Lamar Zaskia Gotik Saat Live Acara LIDA 2019, Jawaban Diisyaratkan dengan Pelukan

Kejanggalan Reino Barack dan Syahrini saat Jumpa Pers Terlihat, Sosok Ini Sampai Beri Peringatan

4 Siswi Diberi Es Teler Bercampur Obat Bius, Saat Bangun Merasa Sakit pada Kemaluan & Celana Melorot

Penyebar Foto & Video Syur Bidan yang Viral di WhatsApp (WA) Tertangkap, ini 4 Temuan yang Terungkap

Qatar disebut menyogok FIFA agar dimenangkan dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 2010.

Dalam dokumen yang diteliti The Times, stasiun televisi lokal, Al Jazeera, Qatar mau menyerahkan dana sebesar 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,4 triliun) kepada FIFA, jika ditunjuk untuk menghelat gelaran empat tahunan tersebut.

Tindakan itu tentu melanggar aturan, terlebih Al Jazeera dimiliki oleh Emir Qatar (Raja), Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.

Kode etik FIFA menyebut bahwa negara yang ingin menyelenggarakan Piala Dunia dilarang memberikan penawaran keuntungan finansial kepada petinggi federasi sehubungan dengan pemungutan suara.

Namun, pelanggaran ini dipercaya tak akan terjadi tanpa campur tangan Sepp Blatter dan Jerome Valcke, yang kala itu mereka masing-masing menjabat sebagai Presiden dan Sekretaris Umum FIFA.

Mereka ditengarai menjadi otak yang turut menandatangani kesepakatan dengan Al Jazeera, seminggu setelah Qatar diumumkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved