Kabar Kediri
Dampak Flusing Debit Sungai Brantas Wilayah Kediri Meningkat, Diperkirakan Akan Banyak Ikan Mabuk
Akibat flusing ini banyak kotoran seperti enceng gondok, kayu dan bambu yang hanyut terbawa arus. Air Sungai Brantas juga telah berubah menjadi keruh.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kegiatan flusing atau plandu di Bendungan Wlingi dan Lodoyo telah memasuki wilayah Kediri. Malahan debit air Sungai Brantas telah terjadi peningkatan di Bendung Gerak Waruturi, Kabupaten Kediri, Senin (11/3/2019).
Akibat flusing ini banyak kotoran seperti enceng gondok, kayu dan bambu yang hanyut terbawa arus. Air Sungai Brantas juga telah berubah menjadi keruh.
Pantauan lapangan di Bendung Gerak Waruturi, debit mengalami peningkatan dibanding sebelum ada flusing. Malahan gelontoran air dari bendungan mengalir deras membuat kabut air.
Fatah (50), salah satu warga menyebutkan, debit air mulai terjadi peningkatan sejak Senin pagi dan terus meningkat hingga siang. Air sungai juga telah berubah menjadi keruh kecoklatan.
Dampak dari flusing ini ikan yang ada di Sungai Brantas juga mulai banyak yang mengambang ke permukaan air sungai. "Biasanya kalau sudah sangat keruh ikannya banyak yang mengambang," ujarnya.
Bagi sebagian masyarakat flusing telah menjadi rejeki tersendiri karena mudah menangkap ikan dengan jaring, jala, jebak dan serok. "Ikan yang mengambang ini diperkirakan mulai sore hari," ujarnya.
Sementara Satpol PP Kota Kediri juga mulai patroli di sejumlah titik mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat menangkap ikan di Sungai Brantas.
Masyarakat yang berburu ikan juga masih belum terlihat banyak. Namun beberapa warga yang tinggal di sepanjang Bantaram Sungai Brantas banyak yang telah mempersiapkan peralatan untuk menangkap ikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dampak-flusing-debit-air-sungai-brantas-di-kediri-meningkat.jpg)