Breaking News:

Kabar Tuban

Kilang Minyak NGRR Di Tuban, 779 Warga Penggarap Lahan KLHK Terima Tali Asih Rp 20 Juta Per Hektar

Untuk satu hektar lahan yang digarap warga akan mendapatkan Rp 20 juta, dan ini juga sudah proses pencairan ke rekening yang telah disediakan.

suryamalang.com/Mochamad Sudarsono
Sosialisasi penerimaan tali asih bagi warga penggarap lahan KLHK yang akan digunakan untuk pembangunan kilang NGRR. 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Sebanyak 779 warga penggarap lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berada di Desa Wadung, Mentoso, Rawasan, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu, mendapat tali asih.

Para penggarap mendapat tali asih karena lahan akan dipergunakan untuk proyek kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR), perusahaan patungan Pertamina dengan Rosneft perusahaan asal Rusia, yang saat ini tengah menyelesaikan proses pembebasan lahan. 

Kabiro Umum Sekjend KLHK, Samidi mengatakan, para penggarap lahan KLHK akan mendapat tali asih yang nilainya sudah ditetapkan berdasarkan hitungan.

Hasilnya, untuk satu hektar lahan yang digarap warga akan mendapatkan Rp 20 juta, dan ini juga sudah proses pencairan ke rekening yang telah disediakan. 

"Iya dapat tali asih untuk warga yang menggarap lahan KLHK," Ujar Samidi kepada wartawan usai mensosialisasikan tali asih kepada warga penggarap lahan di balai Kecamatan Jenu, Minggu (10/3/2019), siang.

Dia menjelaskan, untuk jumlah tali asih yang diterima warga yaitu bisa bervariasi karena sesuai dengan luasan. Namun hitungan tetap memakai Rp 20 juta per hektar.

Apabila warga tidak sampai menggarap lahan kurang dari satu hektar, maka ya tidak mendapat Rp 20 juta.

"Jika memakai lahan kurang dari satu hektar, maka disesuaikan, ya tidak dapat Rp 20 juta," Terangnya.

Sementara itu, Projek Kordinator NGRR Tuban, Kadek Ambara Jaya menyatakan, Pertamina komitmen untuk menyelesaikan proses tali asih bagi warga penggarap lahan KLHK.

"Tadi sudah disampaikan oleh Kabiro Umum Sekjend KLHK, pakai data itu saja," pungkasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya proyek NGRR akan ditempatkan di Desa Remen dan Mentoso. Namun karena mendapat penolakan, pembangunan akhirnya di pindahkan di Desa Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, sesuai Penlok dari Gubernur Jatim. 

Lahan yang dibutuhkan yaitu 841 hektare, terdiri dari milik KLHK 348 hektare, tanah Perhutani 109 hektare dan 384 hektare milik warga tiga desa.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved