Malang Raya

Dana Desa di Provinsi Jatim Lebih dari Rp 25 Triliun, Prioritas untuk Jalan Desa

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, jumlahnya lebih dari Rp 25 triliun.

Dana Desa di Provinsi Jatim Lebih dari Rp 25 Triliun, Prioritas untuk Jalan Desa
Benni Indo
Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Malang, 13 Maret 2019. 

SURYAMALANG.COM, KLOJENDana Desa dari Pemerintah Pusat sudah turun ke Provinsi Jatim. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, jumlahnya lebih dari Rp 25 triliun.

“Angka hitung-hitungan kasar, kalau di Jatim sekitar di atas Rp 25 triliun, 85 persen untuk sarana dan prasarana, untuk jalan mayoritas,” ujar Emil saat berada di Bakorwil III Malang, Rabu (13/3/2019).

Saat berada di Bakorwil III Malang, Emil mendengar keluhan langsung dari perwakilan Pemkab Malang. Persoalannya adalah banyaknya keluhan dari masyarakat desa kalau jalan desa belum bagus.

“Ada perwakilan Kabupaten Malang, mengeluhkan jalan desa yang tidak baik. Anggaran mereka setahun Rp 400 miliar untuk jalan kabupaten. Kalau jalan baik, dirawat berkala. Ada perawatan rutin, kalau lubang dan tidak ditutup akan meluas dan merusak. Ini semua butuh anggaran, belum lagi yang desa,”kata Emil mengawali penjelasan.

Anggaran Rp 400 miliar dinilai masih belum maksimal untuk perbaikan seluruh jalan desa di Kabupaten Malang. Harapannya, anggaran desa yang telah cair dan berada di desa bisa dirembugkan masyarakat desa untuk prioritas desa.

Salah satunya adalah untuk kebutuhan jalan. Selain jalan, misal ada inovasi desa yang menunjang pariwisata, dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan itu.

“Bisa saja keterbatasan dana desa disuplemen, yang memang punya tema khusus. Dengan bantuan keuangan tadi bisa dilengkapi,” paparnya.

Emil menegaskan kalau dana desa sudah sampai di seluruh desa di Jawa Timur. Kebanyakan mereka fokus ke pembangunan jalan.

“Tapi juga harapannya bagaimana mendorong ekonomi desa. Kalau hanya bangun jalan tapi tidak mendorong, artinya jalan tidak terlalu termanfaatkan mendongkrak ekonomi,” ungkapnya.

Kata Emil, sebelum membangun jalan desa harus diperhitungkan jalan nantinya akan dilalui apa. Kalau mau bangun jalan, diperhatikan jalan yang dibangun akan dilalui apa.

Kalau dulu lokasi wisata tidak bisa dijangkau, diharapkan dengan adanya jalan dari dana desa bisa menjangkau lokasi wisata.

“Dana desa bisa digunakan untuk skema pemberdayaan desa,” tutupnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved