Kabar Blitar

Razia Lalu Lintas, Polantas Polres Blitar Libatkan Hantu Pocong Ingatkan Pengendara Ugal-ugalan

Itu tak lain merupakan kreativitas jajaran Satlantas Polres Blitar untuk mengingatkan bagi pelanggar lalu lintas

Razia Lalu Lintas, Polantas Polres Blitar Libatkan Hantu Pocong Ingatkan Pengendara Ugal-ugalan
suryamalang.com/Imam Taufiq
Hantu jadi-jadian menemani razia jajaran Satlantas Polres Blitar untuk mengingatkan pengendara akan keselamatan berlalu lintas. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Tak cukup diberii sanksi tilang, namun bagi pengendara pelanggar lalu lintas di Kabupaten Blitar yang terjaring razia Polisi bakal ditemui hantu-hantu yang bergentayangan di pinggir jalan raya.

Hantu-hantu dengan berpakaian menakutkan itu langsung mendekati setiap pengendara kendaraan bermotor, terutama yang ugal-ugalan dan tak dilengkapi surat-surat berkendaraan.

Tak ayal, keberadaan hantu-hantu seperti suster ngesot, pocong, wewe gombel, dan sebagainya itu cukup mengejutkan para pengendara kendaraan yang tak terjaring razia. Ini dikarenakan saat mereka ditepikan dan ditanya petugas, tiba-tiba dari belakangnya muncul hantu-hantu yang bergentayangan tersebut.

Tidak hanya wajahnya blontang-blonteng dan terlihat penuh darah, namun pakaiannya juga compang-camping, sehingga membuat mereka yang terjaring operasi nyaris berlarian. Namun, begitu tahu kalau itu hanya hantu buatan, mereka malah geli.

"Hampir saja, lari. Tapi, begitu tahu itu bukan hantu sungguhan, ya asyik. Baguslah, pak polisinya kreatif," ujar salah satu pengendara yang terkena razia.

Memang, perwujudan itu bukan hantu sungguhan melainkan hanya hantu buatan. Itu tak lain merupakan kreativitas jajaran Satlantas Polres Blitar untuk mengingatkan bagi pelanggar lalu lintas. Kalau ugal-ugalan di jalan raya, dan sampai meninggal dunia akibat kecelakaan, bisa-bisa mati sia-sia atau bisa menjadi hantu seperti itu.

"Kaget aku mas, kok tiba-tiba muncul hantu dari belakang, samping dan depan. Saya kira hantu sungguhan, eh nggak tahunya hantu-hantuan" ujar Iswandi (38), warga Kecamatan Nglegok atau juga pengendara sepeda motor yang kena tilang.

Razia itu digelar di jalan raya Blitar-Malang atau tepatnya, di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Rabu (13/3) siang. Sasarannya adalah kelengkapan surat-surat kendaraan, dan kecepatan laju kendaraan atau melebihi batas kecepatan 80 km per jam.

Untuk mendeteksi kecepatan kendaraan, petugas menggunakan alat speed gun. Caranya, itu ditembakkan dengan searah laju kendaraan, sehingga akan diketahui berapa kecepatannya.  Razia kali ini tak seperti biasanya, namun cukup unik.

Sebab, petugas juga membawa hantu-hantu bergentayangan. Mereka disuruh 'menyapa' setiap pelanggar lalu lintas. Agar menyerupai hantu sungguhan, mereka berpakaian menyeramkan dan wajahnya seperti banyak darah.

Setiap kali ada kendaraan yang ditepikan oleh petugas, terutama yang kecepatannya tinggi, hantu-hantu itu langsung muncul. Mereka berlagak seperti akan mengganggu para pelanggar lalu lintas. Setelah dinyatakan melanggar dan ditilang, mereka juga diperingatkan.

"Itu lho, kalau Anda melanggar lalu lintas, dan sampai celaka apalagi sampai meninggal dunia, apa nggak takut misalnya kalau sampai terjadi seperti itu (hantu)," ujar petugas.

Razia yang berlangsung dua jam atau berakhir pukul 11.30 WIB, petugas berhasil menilang empat mobil, di antaranya, dua Honda CRV, dua Kijang Innova, semuanya ditilang karena kecepakatannya tinggi. Selain empat mobil, Satlantas juga menilang 15 pengendara sepeda motor.

Kasatlantas Polres Blitar, AKP Amirul Mustakim mengatakan, hantu jadi-jadian itu ide kreatif petugas untuk  mengingatkan para pelanggar lalu lintas agar ingat akan keselamatannya.  "Razia itu akan digelar secara rutin dan kami akan menghandirkan haantu-hantu itu," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved