Breaking News:

Kabar Surabaya

Kemiskinan Desa Ditargetkan Khofifah Bisa Turun Hingga Empat Persen Sampai Tahun 2024

Dalam lima tahun ke depan di masa kepemimpinannya bersama Emil Elestianto Dardak, keduanya bisa menurunkan kemiskinan pedesaan hingga empat persen.

suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat penandatangan nota kesepahaman Raperda RPJMD Provinsi Jawa Timur tahun 2019-2024, di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (14/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Penurunan angka kemiskinan di pedesaan menjadi fokus perhatian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa lima tahun ke depan. Fokus itu menjadi prioritas yang tertuang di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menarget, dalam lima tahun ke depan di masa kepemimpinannya bersama Emil Elestianto Dardak, keduanya bisa menurunkan kemiskinan pedesaan hingga empat persen.

"Saya tadi berpesan pada semua yang membahas RPJMD di forum ini, pertama tolong soal kemiskinan pedesaan. Sekarang kemiskinan di Jawa Timur itu 10,85, kemiskinan di pedesaan 15,2 persen. Sedangkan di perkotaan 6,9 persen," jelas Khofifah usai penandatangan nota kesepahaman Raperda RPJMD Provinsi Jawa Timur tahun 2019-2024, di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, angka kemiskinan di pedesaan harus diturunkan dengan memeratakan kesejahteraan. Pihaknya sudah merumuskan dan menyusun strategi dan dituangkan dalam RPJMD agar bisa menurunkan kemiskinan pedesaan secara siginfikan.

"Hitung-hitungan sementara kita prediksi, kemiskinan pedesaan di Jawa Timur pada tahun 2024 bisa turun menjadi 11,2 persen. Dari semula posisi saat ini kemiskinan desa 15,2 persen," tegas Khofifah.

Target yang ia tetapkan terbilang tinggi. Terutama jika merujuk lima tahun terakhir penurunan kemiskinan pedesaan terbilang stagnan. Kemiskinan di desa dalam lima tahun terakhir hanya turun sebesar 0,7 persen atau tidak sampai 1 persen.

"Lima tahun ini memang stagnan. Selama lima tahun kemiskinan pedesaan turunnya nggak sampai 1 persen," ujar Khofifah.

Tidak hanya itu, selain kemiskinan pedesaan yang digenjot untuk bisa naik, dalam RPJMD lima tahun ke depan, Khofifah dan Emil juga fokus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur.

Ditegaskan Khofifah, saat ini IPM Jawa Timur di urutan ringking 15 nasional. Dan berada di posisi terendah rangking IPM di Pulau Jawa.

"Kami bertekad untuk bisa tingkatkan IPM paling tidak sama di atas rata-rata nasional. Artinya kita punya PR untuk bisa meningkatkan rata-rata lama sekolah anak-anak di Jawa Timur," tandas Khofifah.

Saat ini rata-rata lama sekolah anak adalah 7,24 atau rata-rata drop out SMP kelas 1. Sementara Khofifah menarget secara rata-rata di tahun 2024 angka ini bisa meningkat di angka 9,3. Paling tidak bisa hingga SMA Kelas 1.

"Tapi ini belum termasuk menyisir kejar paket A, B dan C. Diharapkan bisa meningkatkan siginifikan, dan bisa menjadi program wajib belajar 12 tahun," tandas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved