Malang Raya

Polri Kumpulkan 80 Mahasiswa asal Papua di Kota Malang, Berikut Ini Hasilnya

Silaturahmi polisi dan mahasiswa Papua tersebut digelar di Gets Hotel, Kota Malang, Rabu (13/3/2019) malam.

Polri Kumpulkan 80 Mahasiswa asal Papua di Kota Malang, Berikut Ini Hasilnya
polres malang kota
silaturahmi Polri dengan mahasiswa asal Papua yang kuliah di Kota Malang, Rabu (13/3/2019) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Polri mengajak bersilaturahmi mahasiswa asal Papua di Malang untuk ikut mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 yang aman dan damai demi keutuhan NKRI. Silaturahmi tersebut digelar di Gets Hotel, Kota Malang, Rabu (13/3/2019) malam.

Hadir dalam kegiatan itu antaira lain Ketua Tim Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Dr. H. Kasmen, anggota Tim Baintelkam Mabes Polri AKBP Wayan, Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Budi Winarto, dan 80 mahasiswa asal Papua yang belajar di Kota Malang.

Pada kesempatan itu, Kasmen mengatakan bangga terhadap mahasiswa asal Papua yang turut serta hadir. Menurutnya, kehadiran para mahasiswa asal Papua itu adalah bentuk semangat mewujudkan pemilu yang dapat menghadirkan pemimpin terbaik bagi bangsa Indonesia.

Di sisi lain, menurut alumni UI ini, menjadi mahasiswa dan aktivis mahasiswa sangat menyenangkan. Meski begitu, kata dia, mahasiswa wajib ikut menjaga situasi aman dalam pemilu 17 April 2019 nanti.

“Mari kita dukung dan sukseskan Pesta Demokrasi ini,” ajak dia.

Pengetahuan pemuda Indonesia sangat penting untuk memajukan negara Indonesia. Karena itu dia meminta agar mahasiswa asal Papua menjaga silaturahmi dan selalu berkomunikasi dengan Polri.

“Kami dari Mabes Polri bersilaturahmi dengan tujuan situasi aman dan demi keutuhan NKRI. Jika ada masalah sampaikan polisi, kita diskusikan solusinya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Budi Winarto yang mewakili Kapolres AKBP Asfuri mengatakan jika di Kota Malang ada 200 ribu mahasiswa. Sebanyak 40 ribu diantaranya berasal dari luar kota Malang. Pada Pemilu 2019 nanti dia berharap agar para mahasiswa tidak Golput.

“Gunakan formulir A-5,” kata dia.

Dia mengatakan bila kerja polisi memberikan pelayanan. Untuk itu dia mengajak mahasiswa asal Papua itu berdiskusi soal kebangsaan.

“Papua masuk Indonesia karena bekas penjajahan Belanda, mari kita terima pluralisme dan kebhinekaan. Banyak negara lain heran kepada Indonesia memiliki banyak suku ternyata bisa bersatu, Itulah kelebihan bangsa Indonesia,” kata Budi.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved