Breaking News:

Rumah Politik Jatim

Satu WNA Di Kota Blitar Masuk DPT Pemilu, KPU Sempat Kesulitan Minta Data Dispendukcapil

Masuknya WNA asal Jepang di DPT Pemilu diduga karena ada kesalahan waktu pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Samsul Hadi
Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Blitar, Choirul Umam, menunjukkan surat rekomendasi dari Bawaslu, Kamis (14/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar menemukan satu warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Satu WNA yang masuk DPT, yaitu, Juro Kogawa (72), warga negara Jepang.

"Setelah kami cek, ada satu WNA asal Jepang yang masuk DPT Pemilu 2019. Sesuai aturan, WNA itu harus dicoret dari DPT," kata Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Blitar, Choirul Umam, Kamis (14/3/2019).

Juro Kogawa tinggal di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Dia terdaftar sebagai pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) 33, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. "Nanti waktu pencoblosan akan kami tempelkan fisiknya kalau yang bersangkutan sudah tidak masuk di DPT," ujarnya.

Umam mengatakan, masuknya WNA di DPT karena ada kesalahan waktu pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan. Petugas coklit tidak begitu paham dengan kondisi identitas warga. Sebab, kartu identitas yang dimiliki WNA dan WNI sama. Yang membedakan hanya dikolom kewarganegaraan saja.

"Bentuk kartu identitasnya sama, hanya di kolom kewarganegaraannya tertulis WNA. Mungkin petugas coklit hanya melihat nama dan NIK saja," ujarnya.

Dikatakannya, proses pengecekan WNA masuk DPT di Kota Blitar memang lumayan lambat. Masalahnya, KPU sempat kesulitan mendapatkan data detail WNA dari Dispendukcapil. Awalnya, Dispendukcapil tidak mau memberikan data detail WNA ke KPU.

Akhirnya Dispendukcapil mau memberikan data detail jumlah WNA di Kota Blitar ke KPU. Data dari Dispendukcapil yang dikirim ke KPU menyebutkan ada enam WNA di Kota Blitar. Dari enam WNA itu, setelah dicek hanya ada satu WNA yang masuk DPT.

"Kami juga sudah mendapat surat rekomendasi dari Bawaslu terkait temuan itu. Rekomendasi dari Bawaslu juga meminta agar WNA itu dicoret dari DPT," katanya.

Ketua Bawaslu Kota Blitar, Bambang Arintoko mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat rekomendasi terkait temuan WNA masuk DPT untuk KPU. Bawaslu meminta KPU mencoret satu WNA itu dari DPT. "Surat rekomendasinya sudah kami kirim ke KPU. Kami minta KPU segera menindaklanjuti surat rekomendasi dari Bawaslu," tutur Bambang. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved