Kota Batu

Setahun Hanya Untung Panen Selama Dua Bulan Saja

Juarno (53) terlihat sibuk mengepak tolo tawon (sarang madu) dari satu kotak ke kotak yang lainnya di lahan ternak tawon miliknya di Desa Oro-oro Ombo

Setahun Hanya Untung Panen Selama Dua Bulan Saja
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Juarno menunjukkan sarang madu dikebun miliknya di Desa Oro-oro Ombo. 

Kendala yang ia hadapi ialah masalah cuaca, karena bunga yang dibutuhkan oleh tawon ini tidak berbunga.

Kalau tawonnya mereka bisa bertahan hidup baik musim hujan dan musim kemarau.

Saat musim hujan kotak yang jadi tempat persinggahan tawon ini sudah aman.

Awalnya ia hanya memiliki 50 kotak saja, tetapi saat ini sudah ada 150 kotak.

“Perkotak isinya 10 ribu tawon pekerja, satu Ratu tawon, dan 100 jantan,” imbuhnya.

Awalnya dari hasil madu yang dipanen ini ia jual ke pihak swasta.

Tetapi saat ini ia jual sendiri perliter dan perbotol.

Karena dari situ ia bisa untung. Per 650 mililiter dijual dengan harga Rp 125 ribu. Hasil madunya juga banyak dicari dari luar pulau.

“Banyak yang pesan, karena beli di sini, terus dibawa ke kampung halamannya.”

“Mereka ke sini lagi buat beli madu murni,” ungkap warga Kelurahan Sisir ini.

Saat ini tempatnya dijadikan tempat edukasi juga bagi siswa TK dan SD.

Ia mempersilakan yang mau belajar ternak tawon dari awal sampai bisa berkembangbiak.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved