Kabar Trenggalek

Warga Dermosari Berharap Jalur Alternatif Trenggalek-Ponorogo Segera Direalisasi

jalur alternatif ini menghubungkan Kecamatan Tugu Trenggalek dengan Kecamatan Sawoo Ponorogo. Jalur ini jaraknya sekitar 11 kilometer.

Warga Dermosari Berharap Jalur Alternatif Trenggalek-Ponorogo Segera Direalisasi
suryamalang.com/David Yohanes
Jalan Desa Dermosari, Kecamatan Tugu yang menjadi jalur alternaif ke Kabupaten Ponorogo. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Warga Desa Dermosari Kecamatan Tugu berharap jalan alternatif Trenggalek-Ponorogo lewat desa mereka bisa segera terwujud. Selain bisa memotong jalur lebih pendek, jalur ini juga berpotensi mengangkat potensi wisata desa.

Kepala Desa Dermosari, Totong Bekti Guntoro mengatakan, jalur alternatif ini menghubungkan desanya dengan Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Jalur ini jaraknya sekitar 11 kilometer. Lebih pendek 9 kilometer, dibanding jalur utama sepanjang 20 kilometer.

“Jadi jalan ini bisa menghemat waktu menuju Ponorogo atau sebaliknya. Bisa menjadi solusi jika jalur utama terjadi longsor,” terang Totong, Rabu (13/3/2019).

Selama jalan nasional Trenggalek-Ponorogo KM16 sering tertutup longsor. Masih menurut Totong, untuk pelebaran jalan ini perlu pembebasan lahan. Ada 30 warga yang tanahnya terdampak sudah menyatakan setuju.

“Sejauh ini warga tidak ada yang menolak. Semua sudah setuju, proses sosialisasi dari empat dinas terkait juga sudah beres,” sambung Totong.

Pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Warga merasa diuntungkan dengan proyek ini, karena tanah mereka dibeli dengan harga di atas rata-rata. Apalagi jalan ini nantinya menjadi ramai dan ikut mengangkat harga aset tanah mereka.

Dengan tebing yang lebih bersabahat, jalur ini relatif aman dari longsor. Warga pun sudah siap untuk memanfaatkan jalur ini untuk menjadi jalur wisata. Mengandalkan pemandangan hutan yang hijau, di jalur ini ada Tumpak Andong.

“Di atas ada air terjunnya, kemudian ada pemandiannya. Warga sudah bersiap untuk memanfaatkannya,” ungkap Totong.

Warga kini juga merintis wisata kuliner di sepajang jalan ke lokasi wisata. Sejumlah kios akan dibangun bekerja sama dengan pihak Perhutani. Diharapkan jalan alternatif ini nantinya ikut mengangkat ekonomi warga.

Akses ke jalur alternatif ini ada di Pasar Tugu. Jika jalan nasional menikung ke kiri, jalur alternatif ini lurus melewati jalan kampung. Karena bukan jalan utama, aspal jalan hanya kualitasnya masih buruk. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved