Malang Raya

Hari Keempat Ekskavasi Situs Sekaran Malang, Berharap Ada Tatanan Batu-bata Masih Utuh

Proses ekskavasi Situs Sekaran yang ditemukan di Kilometer 37 Tol Pandaan-Malang mulai difokuskan membersihkan hamparan batu-batterseba

Hari Keempat Ekskavasi Situs Sekaran Malang, Berharap Ada Tatanan Batu-bata Masih Utuh
Hayu Yudha Prabowo
TEMUAN BARU - Ketua Ikatan Ahli Arkeolog Indonesia (IAAI) Jawa Timur, Ismail Lutfi mengukur batu bata pada temuan struktur baru di Situs Sekaran, Desa Sekapuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (14/3/2019). Tim ekskavasi Situs Sekaran terus melakukan penggalian ke arah barat temuan struktur bangunan pertama untuk mengetahui pola bangunan. 

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Proses ekskavasi Situs Sekaran yang ditemukan di Kilometer 37 Tol Pandaan-Malang mulai difokuskan membersihkan hamparan batu-batu yang tersebar 15 meter dari temuan pertama.

Sehari sebelumnya, ditemukan struktur bangunan baru yang berjarak 6 meter dari struktur bangunan yang ditemukan pertama kali. Lahan itu masuk wilayah Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

"Pilihan ini kami ambil untuk mencari tahu seberapa luas sih Situs ini. Atau seberapa luas sih bangunan Situs yang ada dalam kawasan tol," kata Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) Wicaksono Dwi Nugroho, Jumat (15/3/2019).

Ia menjelaskan hingga saat ini luas lahan yang diekskavasi mencapai 10x25 meter dan diperkirakan bertambah.

Kata dia, di sebelah selatan dari penemuan struktur bangunan yang pertama ditemukan, terlihat pula sebaran bata tidak beraturan yang diduga merupakan bagian dari Situs Sekaran.

"Tatanan pertama kita masih bersihkan lapisan atasnya. Kemudian ketemu tatanan runtuhan bata. Kita harapkan di bawah setelah bersihkan semua kita buka kemudian kita angkat runtuhan bata dan berharap di situ ada tatanan bata yang masih utuh," ucap dia.

Wicaksono mengatakan proses ekskavasi terkendala oleh hujan. Setiap hujan, tanah menjadi lengket sehingga bisa berdampak pada susunan batu-bata.

"Jadi setiap hujan kami hentikan proses ekskavasi karena nanti bisa berdampak pada batu-bata," katanya.

Pada hari keempat ini, proses ekskavasi dilakukan oleh 13 petugas penggali dari BPCB Jatim dan 2 arkeolog.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved