Malang Raya

Senyum Manan Bisa Lunasi Utang setelah Dapat Insentif Pajak 50 Persen dari BP2D Kota Malang

Abdul Manan (74) kaget bukan kepalang ketika tiba surat pemberitahuan piutang pajak di rumahnya yang terletak di Jl Satsuit Tubun Gang 1 B. RT 1/RW 3.

Senyum Manan Bisa Lunasi Utang setelah Dapat Insentif Pajak 50 Persen dari BP2D Kota Malang
benni indo - suryamalang.com
DAPAT INSENTIF PAJAK - Abdul Manan (74), petani dari Jl Satsuit Tubun Gang 1 B. RT 1/RW 3, No 18, Sukun, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Suatu hari, Abdul Manan (74) kaget bukan kepalang ketika tiba surat pemberitahuan piutang pajak di rumahnya yang terletak di Jl Satsuit Tubun Gang 1 B. RT 1/RW 3, No 18, Sukun, Kota Malang.

Masa bersantainya siang itu pun berubah menjadi suasana yang menegangkan. Ada tagihan pajak sebesar Rp 2,5 juta.

Mengetahui hal itu, Manan bingung. Ia merasa tidak sanggup untuk membayar pajak sebesar itu. Sawahnya yang hanya 2000 meter persegi dianggap tidak sebanding jika harus mengeluarkan pajak sebesar Rp 2,5 juta.

Di hari-hari berikutnya, ia bertemu dengan seorang ASN. Ia lantas berkonsultasi dengan petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang itu.

Melalui konsultasi itu, nama Abdul Manan direkomendasikan mendapatkan insentif 50 persen dari nilai pokok ketetapan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang.

Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang (BP2D) pun menyetujui. Kini, Manan hanya membayar pajak senilai Rp 1.250.000. Nilai itu ia bayarkan sejak dua tahun yang lalu.

Ditemui di rumahnya, Manan mengaku sangat terbantu sekali dengan insentif pajak yang diberikan. Baginya, menjadi seorang petani di tengah-tengah kota seperti Kota Malang begitu sulit. Oleh sebab itu, perlu adanya keringanan maupun bantuan agar ia bisa mempertahankan lahan pertanian.

“Ini membantu meringankan beban saya. Saya merasa terbantu sekali,” ujar Manan dengan senyum kecil, Sabtu (16/3/2019).

Manan sudah menjadi petani sejak 1980. Lahannya seluas 2000 meter persegi terletak di dekat rumahnya. Sejak 1990, ia masuk ke paguyuban petani setempat.

Dalam setahun, sawahnya bisa panen sebanyak dua kali. Dalam sekali panen, sawah di tempatnya rata-rata menghasilkan 9 ton per hektare.

Halaman
1234
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved