Kabar Surabaya
Penyebab Hujan Lebat Terus Menerus di Surabaya 2019 Hari Ini karena Pengaruh Samudera HIndia
Penyebab hujan lebat terus menerus di Surabaya 2019 karena ada pengaruh gangguan di Samudera HIndia
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Surabaya kembali diguyur hujan yang lebat pada Selasa 19 Maret 2019 sore. Ini merupakan peristiwa ketiga sejak Minggu 17 Maret 2018.
Penelurusan SURYAMALANG.COM peristiwa ini tidak hanya terjadi di Surabaya saja, sejumlah kota lain di Jawa Timur juga mengalaminya.
Lantas, apa penyebab hujan lebat yang terus - menerus terjadi di Surabaya?
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan penyebab terjadinya hujan terus-menerus itu lantaran beberapa faktor.
Faktor pertama karena prakiraan Bulan Maret 2019 masih merupakan musim hujan di Jawa Timur.
Faktor kedua adalah karena gangguan yang terjadi di Perairan Samudera Hindia.
• Gaya Istri Hotman Paris Saat Liburan ke Jepang, Bandingkan dengan Kehidupan Sehari-hari Suami
• Penampakan Kamar Nike Ardilla Tak Berubah Pasca Kematiannya 24 Tahun Lalu, Mulai Boneka Hingga Baju
• Waspadai Modus Pria China Cari Jodoh Gadis Indonesia Lewat Jasa Mak Comblang, Dinikahi Lalu Disiksa
"Adanya gangguan-gangguan dalam skala regional mengakibatkan potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Timur untuk beberapa hari ke depan," kata Kepala Stasiun BMKG Juanda, Muhammad Nurhuda pada Selasa (19/3/2019).
Ia menjelaskan gangguan itu berupa Siklon Savannah di perairan Samudera Hindia.
Lalu, pusat tekanan rendah di Nusa Tenggara Timur menyebabkan konvergensi atau pertemuan massa udara di wilayah Jawa Timur.
Pola angin itu menyebabkan adanya daerah pumpunan massa udara, dan meningkatnya potensi pembentukan awan Comulonimbus.
Kondisi ini mengakibatkan terjadinya hujan dengan intensitas lebat, angin kencang sesaat, baik itu puting beliung atau downburst, termasuk peningkatan intensitas sambaran petir.
Selain ada pertemuan massa udara di wilayah Jawa Timur, adanya faktor suhu muka laut yang relatif hangat di wilayah Jawa Timur, juga sangat berpengaruh dalam menyuplai massa uap air yang semakin banyak ke atmosfer.
Dengan adanya uap air yang banyak di atmosfer maka akan menyebabkan pertumbuhan awan Comulonimbus semakin intens.
"Kondisi peningkatan curah hujan ini diprakirakan akan terjadi hingga 3 sampai 5 hari kedepan."
"BMKG Juanda menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur agar selalu waspada terhadap bahaya squall line atau rentetan awan Cumulonimbus."
"Dampak keduanya menyebabkan hujan dengan intensitas lebat, angin kencang, petir, atau dampak lanjutan seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/penyebab-hujan-di-surabaya.jpg)