Kabar Lamongan

Diduga Penyuka Sesama Jenis, Guru SMKN di Lamongan 'Memangsa' Murid-muridnya saat Istri Tak di Rumah

Diduga Penyuka Sesama Jenis, Guru SMKN di Lamongan 'Memangsa' Murid-muridnya saat Istri Tak di Rumah

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hanif Manshuri
Guru SMKN Lamongan diduga lakukan pelecehan seksual terhadap muridnya. Kini ia dilimpahkan ke Kejari, Rabu (20/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Guru berinisial AG di sebuah SMK Negeri di Lamongan, Jawa Timur, yang diduga mencabuli sejumlah muridnya, kini harus menjalani proses hukum hingga tingkat pengadilan.

Kepastian itu didapat pada Rabu (20/03/2019) dalam berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, berikut tersangka dan sejumlah alat bukti.

Saat diserahkan ke Kejari hingga tersangka dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Lamongan di jalan Soargo, AG mengenakan masker.

Diam-diam Kuli Bangunan Ngintip Mahasiswi Sedang Mandi & Tidur, Terjadi Perbuatan Dosa Hingga 4 Kali

Simpang Siur Bidan Y Diperkosa 5 Orang, Fakta Terkuak dari Kejanggalan Sperma dan Bulu Kemaluan

Menyelinap Masuk Kamar Siswi SMK dan Mengajaknya Hubungan Intim, Maut Menjemput Bersama Api Cemburu

Ilustrasi
Ilustrasi (shoutoutuk.org)

Selama di ruang penyidik Pidum Kejari, masker yang dipakainya itu tak pernah dilepas.

Guru Matematika ini memakai sandal, celana 3/4 dan baju batik motif hitam putih.

Saat ditanya wartawan di ruang penyidik Pidum, AG sekalipun tak menjawab pertanyaan itu.

Menurut Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan, Aiptu Sunaryo, BAP AG sudah dinyatakan P21.

Saat penyerahan BAP berikut tersangka, penyidik Unit PPA juga menyertakan sejumlah barang bukti.

Di antaranya, pakaian yang dikenakan tersangka saat dugaan pencabulan terjadi, pakaian korban, serta keterangan saksi ahli.

"Termasuk BAP pengakuan tersangka saat dimintai keterangan oleh pihak sekolah," kata Sunaryo.

Ilustrasi
Ilustrasi (Satpol PP Kota Kediri for SURYAMALANG.COM)

Sementara itu, menanggapi proses hukum dan pelimpahan tersangka ke Kejaksaan, penasehat hukum tersangka yang juga Ketua LBH Lawyer dan Legal, Parlindungan Sitorus menyoroti kinerja polisi terkait perpanjangan maupun proses pelimpahan AG sebagai kliennya.

Ia meminta kepada masyarakat maupun pihak penyidik untuk tetap berpijak pada praduga tak bersalah.

"Jangan berasumsi dulu," kata Parlindungan Sitorus kepada wartawan.

AG, menurut Parlindungan adalah guru yang berprestasi secara nasional, bahkan pernah mendapat penghargaan dari presiden.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved