Kabar Bali

Istri Polisi di Ngawi Mengaku Perawan Agar Bisa Dinikahi Pria Tajir Asal Bali Demi Menguras Hartanya

Kisah Istri Polisi di Ngawi yang Ngaku Perawan Agar Dinikahi Pria Tajir di Bali Demi Menguras Hartanya

Istri Polisi di Ngawi Mengaku Perawan Agar Bisa Dinikahi Pria Tajir Asal Bali Demi Menguras Hartanya
Tribun Bali
Komang Ayu Puspa Yeni Istri polisi di Ngawi, Jawa Timur, mengaku perawan agar bisa dinikahi pria tajir asal Bali demi menguras hartanya. 

SURYAMALANG.COM – Istri polisi di Ngawi, Jawa Timur, mengaku perawan agar bisa dinikahi pria tajir asal Bali demi menguras hartanya.

Demi menikahi pria tajir dan mengeruk hartanya, perempuan di Desa Banyuatis, Buleleng, Bali mengaku perawan dan berstatus mahasiswi kedokteran.

Perempuan ini bernama Komang Ayu Puspa Yeni, berusia 32 tahun. Sedangkan sang laki-laki yang dia tipu bernama I Gede Arya Sudarsana berusia 35 tahun.

Demi mempertanggung-jawabkan perbuatannya, kini Komang Ayu Puspa Yeni harus duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Komang Ayu Puspa Yeni dengan hukuman 3,5 tahun penjara.

Video Viral Detik-detik Turis Wanita Terhempas Ombak di Bali

Yuni Shara Syok Lihat Foto Bulu Ketek Ussy Sulistiawaty yang Tebal, Andhika Pratama: Saya Nggak Suka

Viral di WhatsApp (WA) Isi Chat Gadis ABG Pamit Pergi ke Surga Setelah Cintanya Tak Direstui Ortu

Deretan Modus Gerombolan Pria Perkosa Gadis ABG dengan Aneka Jurus, Mulai Modal Jagung Hingga Durian

Mendengar tuntutan ini, Komang Ayu Puspa Yeni pun melayangkan pembelaan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai I Gede Yuliartha.

Komang Ayu Puspa Yeni secara garis besar meminta keringanan hukuman, atas apa yang telah dilakukannya terhadap mantan suaminya itu.

Komang Ayu Puspa Yeni Istri polisi di Ngawi, Jawa Timur, mengaku perawan agar bisa dinikahi pria tajir asal Bali demi menguras hartanya.
Komang Ayu Puspa Yeni Istri polisi di Ngawi, Jawa Timur, mengaku perawan agar bisa dinikahi pria tajir asal Bali demi menguras hartanya. (Tribun Bali)

Ia mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, di kemudian hari.

Sehingga, tuntutan yang dilayangkan oleh JPU bisa menjadi pertimbangan Majelis Hakim.

“Saya mengaku bersalah, Yang mulia. Dan saya meminta keringanan hukuman atas perbuatan saya,” ucapnya dalam agenda Pembelaan atas Tuntutan Jaksa di PN Negara, Kamis (21/3/2019).

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved