Kabar Madiun

Mengapa Bisnis Narkoba dari Penjara Susah Diberantas? Ini Dalih Dirjen Pemasyarakatan

sejumlah kurir yang ditangkap polisi mengaku barang haram tersebut milik bandar yang berada di dalam lapas.

Mengapa Bisnis Narkoba dari Penjara Susah Diberantas? Ini Dalih Dirjen Pemasyarakatan
rahadian bagus
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami, bersama pegawai lapas Korwil Madiun menanam pohon bersama di halaman belakang Lapas Klas 1 Madiun, Jumat (22/3/2019) 

SURYAMALANG.COM, MADIUN -Peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam penjara sudah bukan rahasia lagi. Buktinya, sejumlah kurir yang ditangkap polisi mengaku barang haram tersebut milik bandar yang berada di dalam lapas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami, mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh lembaganya untuk mencegahnya.

"Jajaran kami sebenarnya beberapa waktu yang lalu, sudah melakukan dan tidak berhenti-hentinya melakukan razia, dan melakukan penguatan kelembagaan," kata Sri Puguh Budi Utami saat menghadiri acara penanaman pohon di Lapas Klas 1 Madiun, Jumat (22/3/2019).

Meski demikian, upaya yang sudah dilakukan tidak dapat berjalan dengan maksimal karena saat ini lembaga pemasyarakatan mengalami overcrowding atau penghuni terlalu padat.

"Yang pasti disebabkan overcrowding, ini menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya kami melakukan tugas fungsi ini. Kalau di sana kapasitas 400 yang huni 1200 sudah pastilah itu," katanya.

Tidak hanya sekadar kepadatan dalam jumlah saja, namun juga dikarenakan jumlah napi kasus narkoba yang sangat banyak.

"Namun perlu diketahui, dari 260 ribu napi tahanan, dengan hanya kapasitas 126.943 orang, artinya sudah melebihi 104 persen. 130 ribu lebihnya itu adalah napi kasus narkotika, bandar pengedar, pengguna," jelasnya.

Selain padatnya jumlah warga binaan di lapas, Utami juga mengakui masih ada beberapa oknum petugas yang belum bisa menjalankan tugasnya secara jujur dan profesional.

"Kami akui, jajaran kami juga masih belum bersih, ada oknum yang belum komit dengan apa yang diarahkan pimpinan untuk bersih dari hp, bersih dari narkoba, bersih dari pungli, bersih dari diskriminasi," ujarnya.

Namun, Kementrian Hukum dan HAM terus berupaya untuk memperbaikinya. Satu di antaranya yakni, pada peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke 55, dilakukan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarkat.

Misalnya, pada hari itu dilakukan penanaman pohon secara simbolik, bersama-sama oleh seluruh pegawai dan warga binaan Lapas di wilayah Korwil Madiun. Sebanyak 2000 bibit pohon juga dibagikan ke daerah yang rawan bencana banjir.

"Kami semua ingin punya kontribusi dalam upaya penghijuan di negeri ini yang beberapa waktu yang lalu ada banjir, bukan tidak mungkin disebabkan minimnya tanaman keras yang bisa menahan air," pungkasnya.

Dia menambahkan, selain itu juga diadakan kegiatan donor darah, bersih-bersih rumah ibadah, dan kegiatan internal pelatihan capacity building, karakter building, serta pertandingan olahraga antar lapas.

"Jadi apa yang bisa kita lakukan, tidak usah ditunda. Mumpung ada kesempatan, dan itu pararel dengan kegiatan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-55 sesuai dengan arahan Menteri Hukum dan HAM, kami diminta membuat kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung," tambahnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved