Jumat, 15 Mei 2026

Kabar Sidoarjo

Museum Mpu Tantular di Sidoarjo Kekurangan Tenaga Ahli Konservator dan Kurator

Museum Mpu Tantular di Buduran, Sidoarjo, kekuranganan tenaga ahli konservator dan kurator.

Tayang:
Editor: yuli
web
Museum Mpu Tantular di Buduran, Sidoarjo. 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Museum Mpu Tantular di Buduran, Sidoarjo, kekuranganan tenaga ahli konservator dan kurator.

Tenaga ahli konservator  merupakan orang yang bertugas merawat benda koleksi museum.

Sedangkan kurator adalah yang mendata dan mencari benda yang akan dipajang atau disimpan di museum.

Kasie Koleksi dan Konservasi Museum Mpu Tantular, Sri Edi mengatakan banyak dari tenaga ahli tersebut keluar karena sudah pensiun.

"Sehingga di museum ini, hanya terdapat satu tenaga ahli konservasi dan satu tenaga kurator. Padahal sebenarnya hal tersebut jauh dari standar permuseuman," jelasnya, Jumat (22/03/2019) saat dihubungi via telepon.

Kasie Koleksi Dan Konservasi Museum Mpu Tantular, Sri Edi.
Kasie Koleksi Dan Konservasi Museum Mpu Tantular, Sri Edi. (Kukuh Kurniawan)

Ia mengatakan berdasarkan standar permuseuman, setidaknya butuh 10 tenaga kurator dan empat atau lima konservator yang ahli di bidangnya.

"Karena di museum Mpu Tantular ini tidak hanya menyimpan benda koleksi berbentuk batu arca saja. Namun juga kain, logam, kertas dan hal tersebut harus ditangani oleh yang ahli dalam bidangnya," tambahnya.

Namun meski terbatas, pihaknya tetap berusaha mensiasati dengan berbagai cara.

"Selain memaksimalkan tenaga personil yang ada, kita juga bergerak dengan berbagai komunitas sejarah juga dengan perguruan tinggi. Namun bukan untuk melakukan perawatan, tapi sekedar untuk menggali data yang berkaitan dengan benda koleksi museum agar informasi dan faktor kajian terhadap benda koleksi tidak terhambat. Harapannya supaya pengunjung tahu, bahwa benda koleksi ini berasal dari jaman apa dan menceritakan tentang apa," ungkapnya.

Dirinya pun berharap agar di museum yang terletak di bawah Jembatan Layang Jalan Raya Buduran ini mendapat tenaga ahli kosnervator dan kurator yang memadai.

"Supaya kelestarian dan perawatan benda koleksi dapat maksimal. Agar kelak para generasi penerus kita bisa melihat berbagai keindahan dari koleksi museum Mpu Tantular," pungkasnya. Kukuh Kurniawan

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved