Kabar Makassar

Dosen Bertitel Doktor Bunuh PNS Cantik, Diduga Ada Motif Selingkuh, Pelaku Ditangkap Saat Melayat

Motif perselingkuhan diduga melatarbelakangi kasus pembunuhan yang dilakukan dosen bertitel doktor itu pada seorang PNS cantik rekan kerjanya

Editor: Dyan Rekohadi
Tribun Timur
Dosen bergelar doktor bunuh PNS Cantik di Sulawesi Selatan 

Tugas khususnya adalah bagian teknis sarana dan prasarana kampus.

Urusan dosen, pegawai, mahasiswa dan semua aktivitas teknis kampus bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat jadi urusan bagian korban.

Sementara pelaku sudah hampir empat tahun menjabat di biro pengabdian masyarakat, sebagai sekretaris UPT KKN (2015 hingga 2018) dan September 2018 lalu dilantik sebagai Kepala UPT KKN.

Tugasnya membagi wilayah pengabdian mahasiswa KKN dan pembimbing, serta memastikan sarana dan prasarana KKN sekitar 1000-an mahasiswa tiap semester berjalan mulus.

"Anaknya baik, kerjanya tuntas, posturnya juga atletis dan selalu rapi," kata Rektor UNM yang mengaku kerap jalan dinas ke lokasi KKN di 24 kabupaten/kota di Sulsel dan 5 kabupaten/kota di Sulbar.

Pelaku selesai sebagai sarjana olahraga tahun 1998.

Dia mulai kuliah pada Program Pascasarjana UNM tahun 2000 dan selesai tahun 2003.

Karena berprestasi, dia terangkat jadi dosen tetap tahun 2006.

Selama tahun 2009 hingga 2011, Wahyu Jayadi mengajar sejumlah mata kuliah dasar di fakultas almamaternya.

Mulai dari fisiologi Dasar, ilmu komputer, ilmu fisiologi olahraga, pendidikan jasmani dan kesehatan, dasar ilmu basket, dan selama 2 tahun mengajar taknik pelatihan karate.

Senior Dr Wahyu Jayadi, Mirdan Midding mengenal Dr Wahyu Jayadi SPd MPd adalah satu mahasiswa pintar di angkatan 1992.

Wahyu adalah adek angkatan dari Mirdan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM).

"Adek saya waktu kuliah dulu tapi saya tidak kontrol mi beberapa tahun ini," kata Kepala Sekolah SMA 21 Kota Makassar ini, Sabtu (23/3/2019). 

Ia juga menganggap, karier akademik Wahyu Jayadi tergolong cepat.

"Salah satu doktor termuda di angkatannya," katanya.

Mirdan pun berharap Wahyu dapat diberikan hidayah dalam menjalani kasusnya.

"Kita berharap dia diberikan jalan supaya bisa bertaubat," katanya.

*Artikel ini dikompilasi dari tribun-timur.com dengan judul Pembunuh Staf UNM Ternyata Tetanggaan, Sekantor dan Sekampung, Komunikasi Pakai iPhone X dan Xiaomi, Usai Bunuh Siti Zulaeha, Wahyu Jayadi Sempat Pura-pura Melayat, Dibekuk di Halaman RS Bhayangkara, Terungkap Hubungan Siti Zulaeha Djafar hingga Dibunuh Wahyu Jayadi, Rektor Cerita Sifat Pelaku.

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved