Kesehatan

5 Fakta Tentang Kanker Payudara, dan 3 Pemeriksaan untuk Skrining yang Perlu Diketahui

Ada lima fakta dan tiga pemeriksaan untuk skrining kanker payudara yang sebaiknya diketahui.

5 Fakta Tentang Kanker Payudara, dan 3 Pemeriksaan untuk Skrining yang Perlu Diketahui
google
ilustrasi 

4. Tidak Ada Gejala Bukan Berarti Tidak Ada Kanker

Untuk mengetahui adanya kanker payudara secara dini dalam dilakukan skrining, yaitu memeriksakan diri walaupun tidak ada keluhan pada payudara.

Dokter akan menganjurkan pemeriksaan USG payudara dan Mammografi sesuai dengan umur saat melakukan pemeriksaan.

“Mammografi adalah foto payudara yang dapat menunjukkan adanya kanker payudara yang sangat dini.”

“Akan terlihat bentukan bintik-bintik semacam kapur yang halus atau mikrokalsifikasi.”

“Di RS Onkologi Surabaya, kanker payudara terkecil yang ditemukan berukuran 4 milimeter,” jelas Wiwien.

Kanker sekecil itu tentu saja tidak teraba. Apabila kanker telah ditemukan dan ditangani dengan benar pada stadium 0 ini hasilnya akan sangat baik.

Angka survivalnya sampai 100%, dan pasien tidak perlu kehilangan payudara. Bahkan seringkali tidak diperlukan kemoterapi.

5. Tidak Semua Benjolan di Payudara Adalah Kanker

Tidak semua benjolan pada payudara merupakan tanda dari kanker payudara.

“Ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya benjolan pada payudara. Misalnya kista payudara, adanya infeksi pada ibu menyusui, atau tumor jinak.”

“Jadi bila menemukan benjolan pada payudara walaupun tidak nyeri, segera periksakan ke dokter.”

“Jangan takut, tidak semua benjolan di payudara adalah kanker,” terang Wiwien.

Bagaimana cara melakukan skrining kanker payudara? 

Wiwien mengungkapkan ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker payudara atau tidak.

1. Sadari (periksa payudara sendiri) 

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah mengenal kondisi payudara sendiri dengan cara rutin memeriksakannya.

Langkah yang dilakukan dalam memeriksa payudara sendiri adalah :

Pertama, melihat payudara melalui kaca.

Kedua, merabanya dengan menggunakan jari telunjuk, tengah, dan manis.

“Bagi yang rutin melakukan ‘sadari’ akan lebih cepat sadar apabila menemukan kelainan dan benjolan yang ditemukan biasanya lebih kecil dibanding dengan wanita yang tidak pernah melakukan ‘sadari’.  Sehingga cepat dapat memeriksakan diri lebih dini,” tutur Wiwien.

2. Pemeriksaan Dokter

Selain memeriksakan payudara sendiri, juga penting memeriksakan kepada dokter ahli, terlebih lagi bila menemukan gejala yang tidak biasa pada payudara.

“Pemeriksakan oleh dokter ahli sangat penting. Selain memiliki ilmu dan pengalaman, dokter ahli juga dapat menentukan pemeriksaan dan pengobatan seperti apa yang sebaiknya dilakukan,” tutur Wiwien.

3. USG - Mammografi

USG - Mammografi merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui sesuatu yang terdapat pada payudara.

“Mammografi terbukti menurunkan angka moralitas akibat kanker payudara pada wanita di atas 50 tahun dan pada wanita yang rutin melakukan skrining sejak usia 40 tahun,” tutur Wiwien.

Selama dilakukan sesuai prosesur, radiasi Mammografi tidak berbahaya bagi tubuh.

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved