Malang Raya

Ada Gelaran Tinju Dunia saat HUT ke-105 Kota Malang

Merayakan HUT ke 105 Kota Malang, Pemkot Malang akan menggelar tinju dunia dengan title Malang Super Fight (MSF) XXVI di Halaman Balaikota Malang

Ada Gelaran Tinju Dunia saat HUT ke-105 Kota Malang
Benni Indo
Konferensi pers Gelar Tinju Dunia dalam rangka memeriahkan HUT ke-105 Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Merayakan HUT ke 105 Kota Malang, Pemkot Malang akan menggelar tinju dunia dengan title Malang Super Fight (MSF) XXVI di halaman Balai Kota Malang.

MSF ke-26 akan mempertemukan para petinju terbaik seperti Tibo Monabesa menghadapi Witawas Basapean asal Thailand dalam perebutan juara WBC Internasional kelas terbang ringan ringan 48,8 Kg.

Selain itu juga ada Defri Palulu yang melawan petinju Filipan, Ivor Lastrella dalam perebuatn juara WBC Asia Pasifik kelas bulu 57,1 Kg.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Malang memiliki sejarah yang tak terlupakan dengan dunia pertinjuan. Pada era 70-80 an, banyak sasana tinju di Kota Malang.

Di momen HUT ini, ia ingin mengingatkan kembali bahwa dunia tinju pernah berjaya di Kota Malang. Sembari ia berharap akan hadirnya para petinju professional dari Kota Malang.

“Kembali ke era dulu saat banyak petinju gaek di Kota Malang. Di momen HUT ini, kami ingin menunjukkan kalau pemerintah hadir di tengah masyarakat. Semakin ada di hati masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, pertunjukan gelar tinju akan dihadiri banyak orang. Kehadiran banyak orang akan menggerakkan ekonomi di Kota Malang.

“Jelas menghadirkan banyak orang. Ketika datang ke sini, pasti makan. Jadi ada ekonomi mikro. Kalau pulang bawa oleh-oleh, sehingga ada ekonomisnya,” imbuhnya.

Sementara itu, penggagas MSF Ade Herawanto mengatakan, ada dua perguruan pencak silat yang akan berpartisipasi memeriahkan MSF XXVI. Keduanya adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Merah Putih (MP).

“Pencak silat merupakan bela diri asli Indonesia dan sudah sepatutnya saat ini dikenalkan juga kepada masyarakat internasional,” ujar Ade.

Selain menggelar tinju kelas dunia, panitia juga menggelar tinju professional kelas nasional. Sementara untuk level amatir, akan menjadi ajang pembuktian para petinju regional sebelum berlaga di Proprov Jatim di Tuban mendatang.

“Ini untuk mengukur sejauh mana persiapan para atlet sebelum porprov,” ujar Pembina Pertina Jatim Kolonel Suliono.

Seperti biasanya, acara MSF ini juga dikemas untuk menghibur masyarakat. Panitia akan memberikan penghargaan khusus kepada wajib pajak yang selama ini telah menunjukkan kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved