Kabar Tulungagung

Ajaib, Wisatawan Hilang Dan Jatuh Ke Jurang Di Pantai Patuk Gebang Tulungagung Ditemukan Selamat

Wisatawan yang jatuh ke jurang sedalam 20 meter di Pantai Patuk Gebang, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung akhirnya bisa diselamatkan.

Ajaib, Wisatawan Hilang Dan Jatuh Ke Jurang Di Pantai Patuk Gebang Tulungagung Ditemukan Selamat
Ist
Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Brian Gautama bersama Galuh, sesaat setelah dievakuasi dari jurang di Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Wisatawan yang jatuh ke jurang di Pantai Patuk Gebang, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung akhirnya bisa diselamatkan.

Tim dari Basarnas Pos SAR Trenggalek dibantu TNI, Polisi dan masyarakat berhasil mencapai lokasi korban, yang jatuh sekitar 20 meter ke dalam jurang.

Korban diketahui bersama Galuh Sasongko, warga Jalan MT Haryono, Kelurahan bago, Tulungagung. Lokasi penemuan biasa disebut oleh warga sekitar dengan nama Karang Bintolo Patuk Gebang.

Menurut Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Brian Gautama, lokasi Galuh berada di bibir jurang. Di bawahnya sekitar tiga hingga lima meter langsung berhadapan dengan laut.

"Misalnya ada ombak besar, bisa jadi korban terkena ombak," kata Brian

Brian maupun warga sekitar menganggap, selamatnya Galuh adalah hal yang ajaib. Sebab, saat jatuh dari ketinggian sekitar 20 meter hingga 25 meter, dia melewati sejumlah bebatuan. Apalagi dia hanya mengalami luka ringan, berupa lecet di beberapa bagian tubuh.

"Lokasinya sangat sulit, kami harus turun dengan cara rapling. Korban kami evakuasi dengan cara lifting (ditarik)," ucap Brian.

Selama semalam Galuh harus bertahan di bibir laut, di dasar jurang. Saat posisi sudah diketahui, tim SAR mengiriminya dengan makanan dan minuman.

Tim juga terus memantau dan menemani Galuh dari kejauhan.

"Jangan sampai dia merasa sendirian. Tetap ditemani walau dari kejauhan," sambung Brian.

Saat ditanya, Galuh mengaku dia berjalan di jalan yang sangat enak. Bahkan, saat temannya, Akbar dan Sandi merasa kelelahan, dia terus berjalan di jalan yang menurutnya sangat mulus. Padahal jalan itu sangat berbahaya, karena sedikit salah langsung masuk jurang.

Rabu (27/3/2019) tiga orang ini datang ke Pantai Sanggar, di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, sekitar pukul 11.00 WIB.

Mereka kemudian berjalan kaki ke arah Pantai Patuk Gebang. Pukul 15.00 WIB, keduanya berniat balik ke Pantai Sanggar.

Saat itulah Galuh jalan di depan, meninggalkan Akbar dan Sandi. Namun saat Akbar dan Sandi tiba di Pantai Sanggar, mereka tidak menemukan Galuh.

Saat dicari bersama warga sekitar, Galuh ditemukan terjatuh ke jurang sedalam sekitar 20 meter hingga 25 meter. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved