Malang Raya

Pemkot Malang Targetkan PDAM Laba Rp 66 Miliar, Direksi Menawar Rp 55 Miliar

Wasto meminta agar Muhlas kembali menguji target Rp 55 miliar pada 2020. Menurut Wasto, nilai Rp 66 miliar sebetulnya cukup realistis.

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
hayu yudha prabowo - suryamalang.com
GANGGUAN DISTRIBUSI AIR - Warga mengantre mendapatkan air bersih dari mobil tangki PDAM di Jalan Kerto Pamuji, Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (25/2/2019). Gangguan distribusi air PDAM akibat bencana longsor membuat aliran air PDAM di sejumlah wilayah di Kota Malang terganggu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Jajaran direksi PDAM Kota Malang terpilih melakukan lelang kinerja di Balai Kota Malang, Kamis (28/3/2019).

Pada lelang itu, Pemerintah Kota Malang menawarkan agar para direksi PDAM Kota Malang bisa mendapatkan keuntungan laba Rp 66 miliar pada 2020.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PDAM Kota Malang terpilih, M Nor Muhlas, menawar agar pada 2020 mendatang laba yang didapatkan Rp 55 miliar. Melihat acuan target laba pada 2019 ini sebanyak Rp 50 miliar, angka Rp 55 miliar dinilai realistis oleh Muhlas.

“Bukannya kami tidak berani, tapi ini realistis,” ujar Muhlas, Kamis (28/3/2019).

Berbicara soal laba, Muhlas mengatakan sudah menyusun strategi bersama dua orang direksi lainnya. Ada upaya melakukan beberapa langkah agar pendapatan bertambah, yaitu mengurangi pengeluaran yang tidak penting. Di sisi lain, Muhlas berencana mengembangkan bisnis lain.

Kata Muhlas, ada beberapa hal persoalan yang akan memberikan beban biaya. Oleh sebab itu, ia akan berupaya memangkas pengeluaran di sector itu.

“Penyelesaian persoalan tentu akan membuat kami mengeluarkan biaya untuk itu. Kedua, ada kemungkinan juga, ketika terjadi tawar menawar menjadi naik. Berapa yang kita bayarkan ke Kab Malang tentang nilai air,” kata Muhlas.

Sekitar 70 persen air yang mengalir di Kota Malang, sumbernha berasal dari Kabupaten Malang.

Muhlas juga menargetkan pada 2022 konflik SDA sudah selesai semuanya.

Ketua Dewan Pengawas yang juga Sekda Kota Malang Wasto meminta agar Muhlas kembali menguji target Rp 55 miliar pada 2020. Menurut Wasto, nilai Rp 66 miliar sebetulnya cukup realistis.

“Angka 66 itu angka cantik. Saya punya beberapa langkah supaya bisa bantu mencapai Rp 66 miliar. Tapi nanti saya sampaikan,” ujar Wasto.

Wasto mengatakan, ada tiga jenis bisnis baru di PDAM Kota Malang yang bisa dikelola sehingga target Rp 66 miliar bisa dicapai. Alasan lain yang dipakai Wasto bahwa target Rp 66 miliar bisa direalisasikan adalah ada sejumlah aset milik PDAM yang dikembalikan ke PDAM Kota Malang.

Kata Wasto, ada asset PDAM Kota Malang yang tidak dimiliki oleh PDAM Kota Malang. Salah satunya adalah kantor PDAM Kota Malang itu sendiri. Dengan dikembalikannya aset-aset itu, bisa dikembangkan untuk bisnis-bisnis baru.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved