Arab Saudi

Arab Saudi Bebaskan Tiga dari 11 Perempuan Aktivis, Pernah Mengaku Disiksa dan Diraba Tubuhnya

Para perempuan aktivis itu menuduh penyidik telah menyetrum, mencambuk, dan meraba-raba tubuh mereka di dalam tahanan.

Arab Saudi Bebaskan Tiga dari 11 Perempuan Aktivis, Pernah Mengaku Disiksa dan Diraba Tubuhnya
saudiwoman.me
Sampul laman blog Eman al-Nafjan di saudiwoman.me 

SURYAMALANG.COM - Pengadilan Arab Saudi akhirnya membebaskan tiga dari 11 perempuan aktivis yang ditahan tahun lalu pada Kamis (28/3/2019).

Mereka adalah blogger Eman al-Nafjan, pensiunan dosen Universitas King Saudi, Aziza al-Youssef, serta akademisi, Rokaya al-Mohareb.

Ketiganya diputuskan bebas setelah menjalani sidang kedua di Pengadilan Pidana Riyadh, Rabu (27/3/2019) lalu. 

Kabar pembebasan tersebut telah dikonfirmasi salah seorang kerabat dekat aktivis, kepada AFP.

Kendati demikian, kondisi pembebasan ketiga perempuan tersebut tidak dijelaskan, sementara pihak pengadilan tidak memberi komentar segera.

Meski telah berstatus bebas, menurut pihak keluarga, ketiga perempuan aktivis itu masih diwajibkan untuk hadir di persidangan lanjutan yang akan digelar Rabu pekan depan.

Sementara itu, konfirmasi pembebasan tersebut juga disampaikan kelompok hak asasi manusia, ALQST, yang berbasis di London.

Melalui akun Twitternya, ALQST menyatakan bahwa perempuan aktivis lainnya diharapkan dapat dibebaskan pada Minggu (31/3/2019) mendatang.

Dilansir AFP, sebanyak 11 perempuan menjadi sebagian dari para aktivis yang ditahan otoritas Kerajaan Arab Saudi pada tahun lalu.

Mereka diketahui telah lama berkampanye untuk hak mengemudi dan penghapusan sistem perwalian terbatas yang memberi kerabat pria kewenangan terhadap kerabat perempuan mereka.

Para perempuan aktivis tersebut juga pernah mengabarkan penyiksaan dan pelecehan yang mereka terima selama proses interogasi dalam persidangan.

Para perempuan aktivis itu menuduh penyidik telah menyetrum, mencambuk, dan meraba-raba tubuh mereka di dalam tahanan.

Demikian pernyataan dari dua orang yang memperoleh akses ke persidangan. Meski demikian, pemerintah Saudi menyangkal telah terjadi penyiksaan atau pelecehan terhadap para perempuan aktivitis. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved