Kabar Surabaya

GIIAS 2019 Surabaya Resmi Dibuka, Tahun Ini Ekspor Mobil Ditarget Tembus 450.000 Unit

Kementerian Perindustrian di tahun 2018 lalu mencatat ekspor mobil sebanyak 346.000 unit atau senilai 4,78 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

GIIAS 2019 Surabaya Resmi Dibuka, Tahun Ini Ekspor Mobil Ditarget Tembus 450.000 Unit
suryamalang.com/Sugiharto
Menteri Perindustrian, Airlangga (batik kuning) didamping Wagib Jatim, Emil E Dardak meninjau mobil yang dipamerkan di area GIIAS 2019 di Grand City Convantion Center Surabaya. 

Melalui program tersebut, ditargetkan pada tahun 2025 kendaraan berbasis energi listrik dapat mencapai sekitar 20 persen. “Industri otomotif nasional sebagai salah satu sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0, yang ditargetkan pada tahun 2030 dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrified Vehicle untuk pasar domestik dan ekspor,” paparnya.

Hal itu perlu didukung oleh kemampuan industri dalam negeri guna mampu memproduksi bahan baku dan komponen utama serta optimalisasi produktivitas sepanjang rantai nilai industri tersebut. Oleh karena itu, perlunya mengadopsi teknologi terkini dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

Menperin memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan GIIAS 2019 yang mengusung tema "Future in Motion". GIIAS tahun ini akan memberikan perhatian serius pada transfer informasi perihal teknologi dan inovasi kendaraan bermotor, terutama mobil.

“Semoga rangkaian pameran yang menampilkan produk dan teknologi terkini kendaraan komersial ini dapat berjalan dengan lancar, serta memberikan peran positif bagi kegairahan industri otomotif di tanah air,” ujarnya.

Pameran otomotif yang diselenggarakan Gaikindo, pada tahun 2019 ini bertajuk GIIAS The Series, yang akan mencakup empat kota, muai dari Surabaya dan dilanjutkan nanti di Jakarta, Makassar dan Medan. Kegiatan ini bakal menargetkan pengunjung sebanyak 50 ribu orang selama 29 Maret – 7 April 2019.

“Dari jumlah pengunjung itu, penjualan ditargetkan mencapai 2.500 unit atau naik dibanding tahun lalu sebanyak 2.200 unit. Bahkan, model kendaraan baru juga banyak yang ditampilkan,” ujarnya.

Terkait pengembangan industri otomotif nasional, wilayah Jawa Timur memiliki potensi yang cukup besar untuk semakin menumbuhkan IKM komponen kendaraan. “Apalagi, adanya Trans-Jawa yang sudah terhubung. Ini dapat mengimbangi Detroitnya Indonesia yang ada di Bekasi, Karawang dan Purwakarta,” imbuhnya.

Bahkan, adanya industri bahan baku baterai lithium di Morowali, Sulawesi Tengah, juga menjadi peluang bagi Jawa Timur untuk menarik investor pembuatan baterai yang bisa digunakan kendaraan listrik. “Nanti bisa dikembangkan kawasan industri baru. Jadi banyak potensi industrialisasi di Jawa Timur. Kami siap memfasilitasinya,” tutur Airlangga.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved