Nasional

Ketua Umum NU ke Tuban, Merasa Siap Jika Dipanggil Polisi Terkait Laporan Ujaran Kebencian

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj, menghadiri acara pelantikan PCNU Tuban dan juga Harlah ke-96 NU.

Ketua Umum NU ke Tuban, Merasa Siap Jika Dipanggil Polisi Terkait Laporan Ujaran Kebencian
mohammad sudarsono
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj, menghadiri acara pelantikan PCNU Tuban dan juga Harlah ke-96 NU di Pendopo Krida Manunggal Pemkab Tuban, Jawa Timur, Minggu (30/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj, menghadiri acara pelantikan PCNU Tuban dan juga Harlah ke-96 NU di Pendopo Krida Manunggal Pemkab  Tuban, Jawa Timur, Minggu (30/3/2019).

Ia menanggapi pertanyaan wartawan atas laporan ujaran kebencian terhadapnya.

Said Aqil menyatakan siap jika ada panggilan dari kepolisian. 

"Saya siap jika dipanggil," jawab Said Aqil Siradj.

Namun, pria kelahiran Cirebon itu menjelaskan hingga kini belum ada panggilan.

"Ya siap kalau dipanggil, yang jelas sampai sekarang belum ada panggilan dari polisi," kata Said sebelum meninggalkan lokasi.

Sekadar diketahui, Ketum PBNU dua periode itu dilaporkan Kelompok Aliansi Anak Bangsa (AAB) ke Bareskrim Polri dengan dugaan penghinaan atau ujaran kebencian.

"Dalam percakapan, eksplisit dia menyatakan bahwa di kelompok 02 dalam pilpres ini terdapat kelompok radikalis, ekstremis, dan teroris," ungkap Ketua AAB sekaligus pelapor, Damai Hari Lubis.

Laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian dengan nomor LP/B/0309/III/2019/ BARESKRIM tertanggal Senin (18/3/2019).

Pelapor Ketua Umum PBNU Siap Cabut Laporan Jika Dia Mohon Maaf ke Rizieq Shihab di Arab Saudi

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved