Kabar Pasuruan

Angka Pengangguran Tinggi, Begini Komentar HR Club Pasuruan

PHK adalah salah satu upaya management untuk melakukan efisiensi tenaga kerja agar bisa menekan fix cost dan usaha bisa tetep jalan.

Angka Pengangguran Tinggi, Begini Komentar HR Club Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Puluhan perusahaan berdiri di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Ketua HR Club Pasuruan, organisassi HRD perusahaan - perusahaan di Pasuruan, Wahyu Budi Priyanto mengatakan, PHK adalah salah satu upaya management untuk melakukan efisiensi tenaga kerja agar bisa menekan fix cost dan usaha bisa tetep jalan.

Penyebab utamanya adalah akibat upah yang tinggi. Secara logika, jika fix cost terlalu tinggi dan margin keuntungan semakin tipis tentunya kemungkinan pengusaha tidak ada keuntungan atau bahkan merugi cukup tinggi.

Maka dari itu, kata dia, di tengah perkembangan dan pertumbuhan ekonomi saat ini, banyak perusahaan yang mulai menyiapkan rencana untuk relokasi perusahaannya dari Pasuruan.

Kenapa ? Ia merinci, banyak perusahaan yang tak sanggup memberikan UMK yang sesuai dengan ketentuan pemerintah yang sudah ditetapkan. Apalagi, Jawa Timur, termasuk Pasuruan di dalamnya hampir setiap tahun UMK selalui dinaikkan.

"Dalam kondisi seperti ini, akan banyak perusahaan yang mulai berpikir panjang. Mereka akan menghitung biaya pengeluaran untuk penggajian karyawan, operasional dan omzet yang mereka dapatkan perbulan," tambahnya.

Jika dalam hitung - hitungan perusahaan, mereka mengalami kerugian, maka perusahaan memilih merelokasi perusahaannya dari Pasuruan. Perusahaan mulai memikirkan perusahaan yang standar UMKnya belum terlalu tinggi.

"Ini sangat realistis ketika pengeluaran lebih besar dibandingkan pendapatan. Mereka menaikkan harga jual produk mereka juga tak mungkin, mau menekan UMK juga tidak mungkin takut melanggar ketentuan pemerintah. Makanya mereka menutup dan merelokasi perusahannya," tambah dia.

Keputusan perusahaan sangat wajar. Bahkan, sejak dua tahun terakhir ini, banyak perusahaan yang sudah merelokasi perusahannya ke kawasan Jepara, Jawa Tengah dan beberapa kabupaten lainnya yang notabene bukan kawasan maju dan pasti UMKnya lebih murah.

"Biaya operasional yang mereka keluarkan masih belum terlalu tinggi. Minimal, per bulan bisa bernafas dan berkembang bersama. Kalau di Pasuruan, rata-rata perusahaan mengalami kerugian. Atau hanya pas antara pengeluaran dan pemasukan," tambahnya.

Ia mengatakan, jumlahnya sudah banyak. Sejak tahun 2014, hingga sekarang 10 perusahaan tutup dan sebagian relokasi. Banyak perusahaan yang menjadi korban kenaikan UMK per tahunnya. Apalagi perusahaan yang padat karya bukan padat teknologi.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved