Breaking News:

Kabar Pasuruan

Investasi Jeblok, Pengangguran Terbuka Di Kabupaten Pasuruan Meningkat Tajam

Angka pengangguran di Kabupaten Pasuruan tahun 2018 menunjukkan kondisi yang memprihatinkan yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,11%.

suryamalang.com/Galih Lintartika
Samian, buruh rawat kambing saat menjaga kambing - kambing bosnya di area Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Pergerakan investasi dan penanaman modal di Kabupaten Pasuruan mengalami tren yang negatif sejak tiga tahun terakhir. Sejak 2016, peluang investasi di kawasan yang diklaim sebagai Segitiga Emas Jatim ini cenderung jeblok sekitar Rp 10 triliun.

Pasuruan sempat mengalami masa keemasan investasi dan penanaman modal di 2016. Saat itu, investasi mencapai Rp 16 triliun. Investasi ini merosot pada tahun 2018 yang menjadi Rp 9,5 triliun. Sementara pada tahun 2019, potensi PAD hanya ditarget sebesar Rp 6,5 triliun.

Anjloknya investasi ini, ternyata juga berdampak pada pengangguran terbuka di Pasuruan. Dikutip dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pasuruan akhir tahun 2018, tingkat pengangguran terbuka melonjak hingga 275 persen.

Angka pengangguran di Kabupaten Pasuruan tahun 2018 menunjukkan kondisi yang memprihatinkan yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,11 persen. Mirisnya lagi, angka ini justru angka fantastis, yang melampaui TPT Jawa Timur sebesar 3,99 persen.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menyebut, bertambahnya jumlah pengangguran tersebut berkorelasi dengan jumlah kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri formal.

Dikatakan Gus Irsyad, sapaan akrab Bupati Pasuruan, ini menjadi isu stretegis yang menjadi perhatian untuk bersama - sama menemukan strategi yang tepat dalam mengatasinya.

Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan, jumlah tenaga kerja yang di PHK pada tahun 2018 mencapai 2.314 orang. Jumlah ini melonjak tajam jika dibanding tahun 2017 yang hanya tercatat 840 tenaga kerja atau naik sekitar 275 persen.Terdapat peningkatan jumlah kasus PHK yang cukup signifikan jika dibanding tahun 2017.

Menurut Bupati Irsyad Yusuf, tidak dapat dipungkiri bahwa sektor industri formal manufaktur menjadi tumpuan terbesar dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan daerah. Salah satu solusinya, sektor industri nonformal menjadi sangat strategis untuk terus dikembangkan.

“Program pelatihan ketrampilan bagi masyarakat akan kami evaluasi secara menyeluruh. Sehingga bisa lebih efektif mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi berkembangnya usaha mikro dan tumbuhnya wirausaha baru,” jelas Bupati Irsyad Yusuf. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved