Rumah Politik Jatim

Gelar Simulasi Untuk Maksimalkan Petugas Pengamanan Dalam Pemilu 2019 Di Pasuruan

Kegiatan simulasi terakhir jelang Pemilu. Simulasi perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana persiapan menghadapi pemilu 2019.

Gelar Simulasi Untuk Maksimalkan Petugas Pengamanan Dalam Pemilu 2019 Di Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Anggota Satpol PP, Linmas bersama TNI, Polri saat menghadap amukan warga Desa Pariyangan dalam simulasi pengamanan Pemilu di Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Ratusan warga Desa Pariyangan meluruk kantor desa setempat, Rabu (3/4/2019) pagi. Mereka mengamuk dan membakar kantor desa setempat. Amukan warga ini dipicu karena hasil pemilu yang dinilai aneh dan tidak memuaskan warga.

Mereka pun membabi buta. Pergerakan warga pun tak dapat terbendung. Di dalam kantor desa, ada puluhan kotak suara hasil pemilu. Petugas gabungan dari Satpol PP, Linmas, pemadam kebakaran, TNI dan Polri yang dengan cekatan langsung berusaha menghadang warga.

Sayangnya, warga tetap bisa membakar halaman balai desa. Kendati demikian, petugas gabungan berhasil mengamankan kotak suara hasil pemilu, dan mengamankan dua orang yang membakar balai desa. Warga dibubarkan paksa.

Tak lama, setelah warga berhasil dipukul mundur, anggota pemadam kebakaran langsung bergegas memadamkan api. Butuh waktu sekitar 15 menit, api bisa dipadamkan, suasana bisa dinetralisir dan kotak suara berhasil diamankan. Ini merupakan latihan gabungan jelang pengamanan Pemilu 2019, baik itu Pilpres maupun Pileg.

Kebakaran kantor desa itu memicu kepanikan. Pasalnya, di dalam kantor desa itu, masih tersimpan surat suara hasil pemilu. Untungnya, kotak suara yang berisi kertas hasil pemilu, berhasil diselamatkan. Dua orang yang menjadi dalang pembakaran diamankan.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menjelaskan, ini merupakan simulasi terakhir jelang Pemilu. Kata dia, simulasi perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana persiapan menghadapi pemilu 2019.

Dikatakan dia, pemilu 2019 ini, bakal menghabiskan tenaga ekstra seiring dengan banyaknya jenis kertas suara. "Kegiatan simulasi ini, untuk melatih kesiap siagaan personil jelang pemilu. Terutama personil Linmas, yang banyak kami libatkan dalam kegiatan pemilu," katanya.

Anang menguraikan, sebanyak 11.283 personil linmas akan disiagakan. Mereka akan disigakan ditingkat TPS, desa kecamatan hingga kabupaten Pasuruan. "Di TPS dua orang, desa enam orang, kecamatan 10 orang dan kabupaten 70 orang," imbuhnya.

Selain linmas, juga ada anggota Satpol PP. Dimana, tugasnya membantu polisi dalam melakukan pengamanan. "Ada satu kompi atau sekitar 100 orang personil Satpol PP yang kami siapkan. Tugasnya, mendukung kinerja kepolisian," urainya.

Sejauh ini, kata dia, dari hasil beberapa simulasi pengamanan, semuanya berjalan lancar tanpa ada kendala. Semua jajaran sudah siap mengamankan pesta demokrasi. "Tentunya kami akan selalu siaga dan waspada untuk berjaga - jaga jika ada suatu gerakan atau kejadian yang tidak diinginkan. Tapi, kami berharap masyarakat bisa menghormati apapun hasil pemilu nanti, jadi pemilu bisa berjalan aman, lancar dan damai," pungkasnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved