Kota Batu

Petani Kota Batu Berhenti Kirim Produksi ke Luar Pulau

Petani di Kota Batu ikut merasakan adanya kenaikan harga kargo udara. Hal itu sudah dirasakan sejak dua bulan terakhir.

Petani Kota Batu Berhenti Kirim Produksi ke Luar Pulau
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Petani Kota Batu mengepak hasil panen mawar yang akan dikirim, di Desa Gunungsari. 

Tetapi ketika mereka menaikkan harga jual, secara tidak langsung mempengaruhi harga jual di luar pulau.

“Sekarnag saja sudah sedikit pesanannya. Kalau harganya tidak naik, dari mana mengganti biaya transportasi.”

“Pertimbangan itu yang kami pikirkan,” ungkapnya.

Dikatakannya pesanan itu tidak sebanyak tahun lalu.

Hal yang sama juga diungkapkan Dwi Lili Lindayani, petani bunga yang juga sering mengirim ke luar pulau.

Bahkan tidak jarang ia kecewa karena tiba-tiba pesanannya dari luar pulau dibatalkan.

“Menyiasatinya kami tunggu ada pesanan banyak, baru kirim.”

“Jadi sekalian, biar nggak sedikit-sedikit. Kargo mahal cuma kirim sedikit membuat rugi mbak,” ungkapnya.

Biasanya dalam satu minggu ia bisa mengirim sebanyak 30 kilogram ke luar pulau.

Tetapi sekarang hampir tidak pernah lagi.

“Mengutamakan yang pakai jalur darat saja. Untuk luar pulau nunggu pesanan banyak dulu deh.”

“Kalau masih di Jawa kan masih bisa terjangkau,” pungkasnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved